Aksi-aksi lingkungan Wiza diawali saat bergabung dengan Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL), yang dibentuk Pemda Aceh untuk mengelola ekosistem Leuser.
Ketika lembaga ini dibubarkan pada 2012, Farwiza dan sebagian staf BPKEL memutuskan untuk membentuk HAkA agar bisa terus menjaga dan melestarikan hutan Leuser yang luasnya sekitar 2,25 juta hektar dan meliputi 13 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera.
Baca Juga: Zulkifli Hasan Tanggapi Isu Dirinya Disebut Bertanggung Jawab atas Banjir dan Longsor di Sumatera
Di bawah kepemimpinannya, HAkA berhasil mendorong pengadilan menjatuhkan denda US$26 juta kepada perusahaan sawit yang membakar hutan di ekosistem Leuser.
Kemudian, ikut menghentikan pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air yang mengancam habitat gajah.
Tanpa banyak disorot oleh media, HAkA juga giat memobilisasi masyarakat Aceh untuk melindungi lingkungan. Mereka mengedukasi masyarakat tentang pentingnya ekosistem Leuser dengan memasukkannya dalam kurikulum sekolah dan universitas setempat.
Untuk membantu pemerintah daerah, masyarakat, dan universitas ikut memantau kawasan hutan Aceh secara real time, HAkA memanfaatkan sistem informasi geografis dan perangkat pemantauan hutan lain.
Sebagai Direktur Eksekutif Yayasan HAkA, Wiza banyak melakukan perjalanan untuk menyuarakan kegiatan konservasi hutan ke berbagai forum di dunia.
Namanya makin diperhitungkan setelah meraih Whitley Award 2016 dari Whitley Fund for Nature. Wiza dinilai berperan penting dalam mempertahankan keutuhan Kawasan Ekosistem Leuser.
Ia sudah bertemu dengan banyak tokoh penting, seperti Sir David Attenborough dalam penganugerahan Whitley Award 2017. Ia juga menjadi pembicara bersama PM Kanada Justin Trudeau di acara Women Deliver 2020, dan berjumpa Pangeran William di acara Earthshot Prize 2023 di Singapura.
Baca Juga: Tactical Vest yang Dipakai Verrell Bramasta di Lokasi Banjir Sumbar Ternyata Buatan Bandung
Ia juga bekerja sama dengan Leonardo DiCaprio menggarap film dokumenter tentang lingkungan hidup, Before the Flood. Hubungan baik tetap terjalin, terbukti ketika Wiza turut mendampingi ketika aktor peraih Oscar itu berkunjung ke Aceh pada 2017.
Cinta lingkungan sejak kecil
Berbagai pencapaian tersebut membuat wajah Farwiza Farhan terpampang di sampul Majalah TIME untuk edisi TIME 100 “The World Rising Stars".
Artikel mengenai dirinya bahkan ditulis sendiri oleh Jane Goodall, konservasionis dan ahli primata asal Inggris yang berpulang pada 1 Oktober 2025 lalu.
Artikel Terkait
Sehabis Padel, Otot Kamu Nyeri dan Kaku? Kamu Kena DOMS! Berikut Tips Mengurangi Gejalanya
Hewlett Packard akan Memangkas 6.000 Karyawan pada Tahun 2028, Seiring Peralihan ke AI
Setelah 12 Tahun Hilang, Pesawat MH370 Dicari Lagi! Tanggal Pencarian Sudah Ditetapkan
7 Check List yang Bisa Kamu Gunakan Sebelum Posting di Media Sosial Sehingga Terhindar dari Cancel Culture
Anggy Umbara Enggan Pakai Nama Asli Para Tokoh untuk Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Ini Alasannya!
Lulusan Hukum atau Bisnis Bisa Melamar Lowongan Know Your Customer Analyst di Platform Trading Ini!
Host Live-Streaming Butuh Modal 5 Keterampilan Komunikasi Ini Agar Bisa Laku