Kepedulian Wiza pada isu alam dan lingkungan tumbuh saat ia kerap menonton program BBC “Planet Earth”. Ia begitu mencintai laut dan faunanya, sehingga menekuni scuba diving yang kini menjadikan instruktur dengan sertifikat resmi.
Untuk memperdalam ilmunya terhadap isu-isu lingkungan, Wiza mengambil bidang Biologi Kelautan saat kuliah di Universitas Sains Malaysia.
Baca Juga: Duka Banjir Bandang Aceh Timur: Bupati Ungkap Kekecewaan atas Lambatnya Respons Satpol PP
Ketangguhannya dalam kerja lapangan merupakan buah dari kebiasaannya mengikuti ibundanya, Ir. Ferry Soraya, M.Si, pengajar di jurusan Teknik Kimia, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, mengajar atau melakukan penelitian.
Sedangkan dari ayahnya, Dr. Ahmad Farhan Hamid, pengajar di Jurusan Farmasi yang pernah menjadi politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), tampaknya Wiza belajar keterampilan bernegosiasi dan memahami hukum dan kebijakan publik.
Dukungan penuh dari kedua orang tua mengantar Farwiza Farhan pada pilihan hidupnya sekarang ini.
Ia bertekad mendampingi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera dengan menyerukan masyarakat untuk berdonasi. Tim HAkA saat ini terus bergerak ke wilayah-wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan kepada warga.
“Kita usahakan sebisa kita, mudah-mudahan semuanya aman dan selamat, dan kita bisa ngelewatin bencana ini,” tegasnya melalui akun Instagram-nya.
Farwiza Farhan
Tanggal lahir: Banda Aceh, 1 Mei 1986
Pendidikan:
• Sarjana Biologi Kelautan Universitas Sains Malaysia
• Magister Manajemen Lingkungan dari University of Queensland, Australia
• Doktor Antropologi Budaya dan Studi Pembangunan Radboud Universiteit Nijmegen, Belanda
Baca Juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Meninggal, 650 Hilang, dan Ratusan Ribu Mengungsi
Penghargaan
• Whitley Fund for Nature 2016
• Future For Nature (FFN) Award 2017
• Pritzker Emerging Environmental Genius Award 2021 dari Institute of Environment and Sustainability, Universitas California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat
• TIME 100 Next Emerging Leaders 2022
• The National Geographic Wayfinder Award 2022
• Ramon Magsaysay Award 2024 (kategori Emergent Leadership/Kepemimpinan Baru)
Artikel Terkait
Sehabis Padel, Otot Kamu Nyeri dan Kaku? Kamu Kena DOMS! Berikut Tips Mengurangi Gejalanya
Hewlett Packard akan Memangkas 6.000 Karyawan pada Tahun 2028, Seiring Peralihan ke AI
Setelah 12 Tahun Hilang, Pesawat MH370 Dicari Lagi! Tanggal Pencarian Sudah Ditetapkan
7 Check List yang Bisa Kamu Gunakan Sebelum Posting di Media Sosial Sehingga Terhindar dari Cancel Culture
Anggy Umbara Enggan Pakai Nama Asli Para Tokoh untuk Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Ini Alasannya!
Lulusan Hukum atau Bisnis Bisa Melamar Lowongan Know Your Customer Analyst di Platform Trading Ini!
Host Live-Streaming Butuh Modal 5 Keterampilan Komunikasi Ini Agar Bisa Laku