Natasha Wilona: “Kalau Awalnya Happy, Akhirnya Pasti Sedih!”

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 8 Maret 2023 | 15:24 WIB
Natasha Wilona mengaku lebih tertantang bermain film horor. (Instagram @natashawilona12)
Natasha Wilona mengaku lebih tertantang bermain film horor. (Instagram @natashawilona12)

PejuangKantoran.com - Film Aku Tahu Kapan Kamu Mati 2: Suicide Village merupakan film horor keempat yang dibintangi Natasha Wilona. Alasannya kerap bermain di film horor ternyata bukan karena tren industri film di Indonesia sedang mengarah pada film-film tersebut.

Mantan kekasih Verrell Bramasta ini mengaku bahwa dirinya memang pecinta film-film horor sejak masih kecil.

“Film horor adalah film yang paling aku suka. Mungkin itu fun fact-nya ya. Orang berpikir seorang Natasha Wilona pasti sukanya bermain di film drama, kalau nggak, romance atau yang remaja.

Baca Juga: Selalu Punya Positive Vibes, Ini Cara Sederhana Natasha Wilona Menjaga Kesehatan Mental

“Padahal sebenarnya aku suka banget dengan film horor. Aku ini pecinta film horor, misteri dan science fiction dari kecil!” jelasnya dengan semangat.

Begitu cintanya dengan film horor, gadis bertinggi badan 166 cm ini mengatakan, seandainya mendapat dua tawaran film di mana salah satunya film horor, tanpa pikir panjang ia akan mengambil proyek film horor.

“Jadi, kalau ditanya kalau diajak main film, sukanya main film apa? Aku akan jawab main di film horor. Malah kalau meeting sama produser atau PH, aku tipikal yang akan bertanya, ‘Ada film horor apa?’.

“Aku suka main film horor yang kebanting-banting, kayak di green screen-nya aku ketarik karena adegannya ketarik sama hantu. Aku malah pengen kayak gitu!”

Sejak berkarier di dunia akting di usia 9 tahun, Wilona sudah cukup banyak bermain di sinetron atau film drama atau romantis. Oleh karena itu ia merasa sudah bisa mengetahui seperti apa pola film drama atau percintaan.

Baca Juga: Jarang Sedih, Mendadak Natasha Wilona Depresi dan Memotong Pendek Rambutnya

“Bayangin saja, sejak awal berkarier, aku sudah main film drama dan romansa selama hampir 13 hingga 14 tahun! Kisahnya pasti di awal happy, nanti akhirnya sedih. Atau awalnya sedih, ending-nya happy.”

Hal inilah yang tidak ditemukannya di film horor. Formulasi kesuksesan film horor tidak hanya bergantung pada akting yang bagus, tetapi juga pada kontribusi semua pihak yang terlibat.

“Di film horor, kesannya tuh percaya, nggak percaya. Misalnya, ada adegan yang jumpscare banget. Adegan horor seperti itu, pembuatannya butuh momentum.

“Mau pemain akting sebagus apapun, tapi kalau momentum hantu sama kita nengok dan musik gak pas, jelek aja udah! Kelar. Jadi, yang seru itu tantangannya,” terang pemerang Celebrity Gamer Terfavorit dari Indonesian Esports Awards 2021 ini.

Baca Juga: Syuting di Jakarta, Acha Septriasa Kirim Orangtua ke Australia untuk Membantu Mengasuh Putrinya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X