Baca Juga: CEO IBM: Kebanyakan WFH Tak Akan Bikin Karier Maju
Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di di Simon School of Business Universitas Rochester New York dan berhasil memperoleh Ilmu Administrasi Bisnis.
Sigit kemudian memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) pada 1997. Tak puas dengan gelar tersebut, ia kembali melanjutkan pendidikan di Harvard Business School pada 2016 hingga 2018.
Berasal dari keluarga pengusaha yang rendah hati
Akun @Allebbellaa menyebut keluarga Djokosoetono sebagai salah satu keluarga konglomerat yang zakelijk (saklek) kepada anak-anak generasi keduanya, termasuk Sigit. Mereka harus menjalani pendidikan S1 di dalam negeri.
Bahkan, sejak masih sekolah mereka juga tidak boleh masuk sekolah internasional.
Barulah anak-anak di generasi ketiga yang diperbolehkan untuk sekolah di sekolah internasional, seperti Jakarta International School. Mereka juga sudah boleh melanjutkan pendidikan S1 ke luar negeri.
Namun, meski begitu perlakuan terhadap mereka tetap sama. Menurut cerita akun @Allebbellaa, ada salah satu anak yang kuliah Teknik Mesin di Amerika, tetapi saat pulang ke Indonesia disuruh bekerja di bengkel taksi Bluebird.
Keluarga Djokosoetono juga sangat peduli dengan pendidikan. Kakek Sigit, Prof. R. Djokosoetono, SH, adalah salah satu perintis pendirian Universitas Indonesia.
Prof Djokosoetono juga dekan pertama Fakultas Hukum, yang saat itu bernama Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Ia juga pelopor pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmiah untuk mengajar ilmu hukum.
Lalu, banyak juga yang tidak tahu bahwa Purnomo Prawiro memberikan hibah gedung kepada FISIP UI. Alasannya banyak orang tidak tahu karena memang hal ini tidak diumumkan secara besar-besaran.
Baca Juga: Profil Linda Yaccarino CEO Twitter Baru yang Jago Negosiasi
Sementara di Bluebird sendiri, mereka juga sangat peduli dengan pendidikan. Setiap tahun ada sekitar 800-1000 anak pengemudi dan karyawan yang diberi beasiswa melalui program Bluebird Peduli.
Bahkan pada 15 Januari 2022 lalu, ada 1.001 anak yang mendapatkannya.
Di kolom komentar Instagram Sigit, akun @mridwannerazzurri menulis, “Terimakasih bapak 22 tahun yang lalu setelah kepergian alm ayah saya, blue bird memperhatikan pendidikan saya kakak dan adik saya hingga lulus, dan saat ini saya sudah bekerja diperusahaan swasta.”
Semoga semakin banyak pengusaha seperti Sigit Djokosoetono, CEO Blubeird yang mau menjadi supir taksi agar mengalami apa yang dirasakan oleh karyawannya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Karyawan Amazon Ancam Resign Jika Disuruh WFO
4 Hal yang Disiapkan ARMY Jelang Konser Suga BTS di Jakarta, Ramaikan Tagar #NoINDOMYatAirport
Minum Kopi Pagi-pagi saat Perut Masih Kosong, Bahaya Nggak Sih?
Pssst… Ini Bocoran Pertanyaan Saat Interview Kerja di Pertamina, BCA, dan Unilever!
Doa Agar Dimudahkan Mendapat Pekerjaan dan Rezeki yang Halal, Amalkan Yuk!
Syarat Meminjam Samsung Galaxy S23 buat Nonton Konser Suga BTS , Berlaku di Hari Konser!