“Dan ketika hal itu terjadi, apa tanggapan Gora? Mungkin gimana caranya, atau risetnya itu lebih dari basis psikologi manusia aja. Apa yang harus kita lakukan ketika punya kewajiban yang mungkin tidak sama dengan standar etis kita?
“Apakah akan kita kerjakan demi kewajiban dan penghasilan kita atau tidak? Dan, pertanyaan ini yang jadi tugas utama karakter aku!” ujar pemilik nama lengkap Omara Naidra Esteghlal ini.
Belajar dari karater Gora, Omar mengatakan bahwa media sosial memang harus digunakan secara bijak. Jika tanpa kesadaran diri sendiri, orang bisa berlagak semau-maunya.
“Sekarang kita punya power untuk ngomongin apa pun tanpa harus in line dengan otoritas. Sekarang berita paling cepat mau nggak mau dapat dari media sosial.
Baca Juga: Tembus Program Discovery, Film “Budi Pekerti” Akan Gelar Pemutaran Perdana di TIFF 2023
"Hanya dengan satu klik, kita juga bisa jadi hakim, komentator, atau apapun. Jika dibilang pakai media sosial karena kita perlu informasi lebih, itu lumayan basic.
"Ya, kita harus lebih sering memilah. Kalau kita bisa berkomentar, silakan berkomentar. Kadang, kita harus lebih mindful karena efek dari komentar kita itu bisa panjang,” pungkasnya.
Film Budi Pekerti merupakan film produksi hasil kerjasama Rekata Studio dan Kaninga Pictures, dengan dukungan KG Media, Hwallywood, Momo Films, dan Masih Belajar. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Jelang KTT ASEAN, Kantor-kantor di Sekitar Lokasi Diimbau untuk WFH guna Mengurangi Kemacetan
Perekonomian Indonesia Meroket 5,17 Persen di Kuartal II-2023
Jadi Content Creator Tak Harus Modal Banyak, Ini Langkah yang Mesti Kamu Dahulukan!
Fakta Sang Saka Merah Putih yang Dijahit Fatmawati, Bukan Berasal dari Sprei Warna Putih
Arti Lirik Lagu V BTS “Love Me Again” yang Syuting MV-nya Jauh-Jauh ke Spanyol
Ada Alasan Medis Mengapa Tubuh Mudah Merasa Lelah padahal Sudah Cukup Istirahat