PejuangKantoran.com - Tepat di Hari Kemerdekaan RI ke-78, Kamis, 17 Agustus 2023, pukul 19.43 waktu setempat (16.43 WIB), penulis novel Marga T. meninggal dunia di Rumah Sakit Cabrini, Malvern, Australia, di usia 80 tahun.
Berita tentang berpulangnya Marga T., novelis yang melejitkan novel Badai Pasti Berlalu dan Karmila, dikonfirmasi oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama melalui akun Instagram @bukugpu.
“Dunia literasi berduka. Salah satu penulis prolifik terbaik yang dimiliki Indonesia—Marga T, berpulang.
“Redaksi Gramedia Pustaka Utama mengucapkan turut berdukacita. Semoga Bu Marga mendapatkan tempat yang paling baik di kehidupan abadi, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan,” demikian informasi dari @bukugpu.
Baca Juga: Sinéad O'Connor Meninggal Dunia di Usia 56, Akhiri Perjuangan Panjang dengan Kesehatan Mental
Novel best seller
Jika saat ini penggemar novel mengenal nama-nama penulis seperti Ika Natassa, Dee Lestari, Clara Ng, atau Erisca Febriani, pada tahun 1970-an, remaja putri dan ibu-ibu menjadi pembaca setia novel-novel Marga T.
Marga T. atau Marga Tjoa, atau Tjoa Liang Tjoe, atau lengkapnya Intan Margaretha Harjamulia, atau Margaret Caecilia Lee, lahir di Jakarta pada 27 Januari 1943.
Penulis yang sudah menerbitkan 128 cerita pendek dan 67 buku ini adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta. Tidak heran kalau novel-novelnya banyak yang berlatar dunia kedokteran.
Marga T. sudah menulis di majalah sekolahnya sejak berusia 14 tahun. Cerpen pertamanya, Kamar 27, dimuat di suratkabar saat usianya 21 tahun.
Sedangkan buku pertamanya yang merupakan buku cerita anak, Rumahku adalah Istanaku, diterbitkan pada tahun 1969 ketika usianya 26 tahun.
Namun karya yang mengubah hidup Marga T. tak lain Karmila, yang dimuat sebagai cerber (cerita bersambung) di Harian Kompas pada 6 Juni 1970. Saat itu Marga T. masih menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti.
Baca Juga: Jane Birkin Meninggal Dunia pada Usia 76 Tahun: Prancis Kehilangan Ikon Abadinya
Cerber itu diterbitkan sebagai novel oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama, dan menjadi best seller. Novel itu masih terus dicetak ulang, bahkan pada tahun 2004 sudah dicetak ulang yang ke-20 dengan edisi khusus sampul tebal (hard cover).
Kesuksesan Karmila membuat sutradara Ami Priyono memfilmkannya pada 1974 dengan bintang Muriani Budiman dan Awang Darmawan. Sama dengan novelnya, film Karmila pun berhasil mencetak box office.
Artikel Terkait
Manusia Butuh 4 Pelukan per Hari Demi Bertahan Hidup dan Jaga Kesehatan Mental !
Honor Anggota Paskibraka Nasional Bisa Mencapai Rp20 Juta per Orang, Termasuk Dana Apresiasi
Siapin Tisu, Ini 4 Fakta Menarik Di Balik Pembuatan Film Air Mata Di Ujung Sajadah
Kebanyakan Utang, Raksasa Properti China Evergrande Bangkrut
Keyla Azzahra Purnama, Pembawa Baki Paskibraka 2023 yang Bercita-cita Jadi Polwan
Ternyata, Ini Alasan Pak Basuki Menyingkap Jas Erick Thohir saat Upacara HUT Kemerdekaan RI