Oleh karena itu, cerber Karmila 2 yang sudah dibuat novelnya pun diangkat ke layar lebar pada 1981. Kali ini disutradarai Nico Pelamonia, dan diperani oleh bintang idola saat itu, yaitu Robby Sugara dan Tanty Yosepha.
Ada pun novel Badai Pasti Berlalu (1974) juga berawal dari cerber yang dimuat di Harian Kompas (mulai 5 Juni—2 September 1972).
Setelah diterbitkan sebagai novel pada 1974, Badai Pasti Berlalu dialihwahanakan menjadi film oleh sutradara Teguh Karya pada 1977. Slamet Rahardjo, Christine Hakim, Roy Marten, dan Mieke Widjaya, menjadi pemeran utamanya.
Lagu soundtrack film ini, Badai Pasti Berlalu, yang diciptakan oleh Eros Djarot, tak kalah sukses saat dinyanyikan oleh Berlian Hutauruk dan Chrisye. Film Badai Pasti Berlalu pun meraih banyak penghargaan di FFI 1978.
Baca Juga: Pelantun OST Mulan Coco Lee Meninggal Dunia, Usai Koma Akibat Percobaan Bunuh Diri
Disiplin membaca
Seperti dikutip Badan Bahasa Kemdikbud, sebagai penulis Marga adalah pekerja keras. Ia sangat disiplin dalam berkomitmen untuk menulis selama empat hingga lima jam setiap hari.
Ia juga berprinsip bahwa pengarang atau penulis buku harus disiplin untuk membaca. Ia membaca segala macam buku, dari berbagai macam pengarang.
“Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tetapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun,” tegas Marga T. suatu kali.
Penulis yang tidak ingin dikenal masyarakat ini rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli novel karena ia harus membaca banyak karya penulis lain.
Sebagai penulis, Marga T. tidak hanya menulis kisah cinta yang manis, tetapi juga kisah detektif, spionase, dan bahkan satire.
Baca Juga: Penulis Prancis Kelahiran Ceko Milan Kundera Meninggal Dunia di Usia 94
Sebagian besar tokoh dalam karya Marga T. adalah tokoh di lingkungannya, dan 80% sesuai dengan kenyataan. Selebihnya diolah sendiri melalui imajinasinya.
Berkat novel Karmila, Marga T. bisa berlibur ke Eropa. Saat mengunjungi Eropa, ia bertemu Anton Lee, lulusan Fakultas Teknik Kimia dari almamater mereka, Universitas Trisakti.
Mereka menikah pada tahun 1979. Sang suami banyak memberikan pengarahan tentang detail teknis pengeboran minyak lepas pantai dalam novel Petromarin.
Artikel Terkait
Manusia Butuh 4 Pelukan per Hari Demi Bertahan Hidup dan Jaga Kesehatan Mental !
Honor Anggota Paskibraka Nasional Bisa Mencapai Rp20 Juta per Orang, Termasuk Dana Apresiasi
Siapin Tisu, Ini 4 Fakta Menarik Di Balik Pembuatan Film Air Mata Di Ujung Sajadah
Kebanyakan Utang, Raksasa Properti China Evergrande Bangkrut
Keyla Azzahra Purnama, Pembawa Baki Paskibraka 2023 yang Bercita-cita Jadi Polwan
Ternyata, Ini Alasan Pak Basuki Menyingkap Jas Erick Thohir saat Upacara HUT Kemerdekaan RI