8. Rosul Jaya Raya (Bangkalan, Jawa Timur)
Meski lahir di Bekasi, Rosul memiliki akar Madura yang kuat. Ia aktif mengikuti lomba-lomba cerpen dan bergiat di dunia sastra Surabaya. Pengalaman mondok di pesantren menjadi salah satu fondasi penting dalam narasi yang ia bangun dalam tulisannya.
9. Udiarti (Sragen, Jawa Tengah)
Udiarti adalah pendiri Mirat Kolektif di Surakarta, tempat naskah-naskah teaternya telah dipentaskan. Karyanya Rumah Kedua Ibu terbit tahun 2021. Lulusan Sekolah Pemikiran Perempuan 2023 ini juga mengelola platform sastra digital kalamsastra.id.
10. Wawan Kurniawan (Makassar, Sulawesi Selatan)
Wawan dikenal sebagai penulis yang serba bisa: puisi, cerpen, esai, novel, hingga terjemahan. Buku puisinya Museum Kehilangan terbit pada 2021, sementara novelnya Seratus Tahun Kebisuan akan hadir pada awal 2025. Ia membawa suara khas Indonesia Timur ke dalam lanskap sastra nasional.