sosok

Perankan Tokoh Antagonis di Labinak: Mereka Ada Di Sini, Arifin Putra Direpotkan Lumuran Darah selama 3 Hari

Rabu, 13 Agustus 2025 | 08:30 WIB
Arifin Putra memerankan tokoh antagonis penganut kanibalisme di film Labinak: Mereka Ada Di Sini. (Instagram @filmlabinak_official)

PejuangKantoran.com - Lama tidak berakting di layar lebar, Arifin Putra muncul kembali dengan peran antagonis di film Labinak: Mereka Ada Di Sini.

Aktor blasteran Jerman ini mengakui sangat menikmati proses memerankan karakter Lusius. Lusius adalah ketua sebuah yayasan yang berkedok pendidikan, namun tujuan sebenarnya mencari korban ritual kanibalisme keluarga sekte Bhairawa.

Bagian yang paling dinikmati Arifin adalah saat ia mengeksekusi adegan ritual yang menurutnya sangat seru. Khusus untuk adegan-adegan ritual itu, ia harus rela dilumuri darah seluruh tubuhnya dan menggunakan softlens hitam.

Baca Juga: Film Horor 'Labinak: Mereka Ada Di Sini' Usung Tema Kanibalisme yang Pernah Ada di Indonesia

“Adegan ritual itu benar-benar seru. Kita syuting khusus untuk beberapa adegan ritual itu selama tiga hari. Ada satu hari yang menuntut saya berlumuran darah.

"Jadi, mau pegang apapun susah banget. Aku juga harus pakai softlens hitam. Pokoknya merepotkan, tapi seru!” kenang Arifin saat ditemui di sebuah workspace di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (06/08/2024).

Dalam film yang disutradarai oleh Kinoi Lubis ini, Arifin juga merasa tidak terlalu terbebani karena gaya penyutradaraan Kinoi yang santai tetapi cukup detail.

Meski banyak hal-hal baru yang dicoba di sini, Arifin merasa nyaman didampingi oleh sutradara yang selalu rajin nge-brief sebelum take sebagai bagian yang ia anggap final touches itu.

“Jadi kita banyak debat dengan pak sutradara sebelum mulai syuting. Dari skenario sebenarnya sudah cukup jelas arahnya mau kemana. Palingan nanti sama pak Kinoi biasanya dikasih kayak final touches-nya.

"Kadang, dia detail banget. Kayak, 'Kalau di bagian ini, kasih pandangan sinis dikit, ya'. 'Nanti kata-kata dialognya ada message ini, ya'. Jadi, enak kerja sama bro Kinoi dengan arahan final touches seperti itu,”ujar aktor kelahiran Mainz, Jerman, 1 Mei 1987 ini.

Selain harus mengenakan wardrobe yang bikin dirinya repot, ada satu lagi pengalaman syuting ritual yang ia anggap menarik, yaitu ketika ia harus menari dengan iringan pembacaan mantra yang diteriakkan oleh koreografer film, Yuyun Arfah.

Baca Juga: Dipercaya Jadi Sutradara Film 'Harusnya Horor', Reza Arap Mengaku Tidak Mengerti Teknis Film

“Buat aku sendiri, pengalaman yang paling menarik pas adegan ritual. Itu ada tariannya. Enaknya, ada koreografernya, mbak Yuyun. Saat saya melakukan adegan ritual, dia melantunkan lagu.

"Cara dia melantun itu, gila banget! Diafragmanya kuat banget! Terdengar sangat jelas, akhirnya kita semua kayak masuk ke trance gitu gara-gara lantunannya!” seru Arifin.

Ia pun harus benar-benar berimprovisasi dalam ekspresi dan emosinya, karena dibebaskan oleh Kinoi Lubis. Repotnya, meski sudah latihan bersama koreografer, saat syuting ada saja yang harus diubah.

“Pas pertama kali latihan dengan mbak Yuyun, orangnya keras. Kasih tahunya dengan tegas. Na na na na! Saya awalnya, 'Gimana, nih? Gimana, nih?' Tapi, karena saya terus dituntun, akhirnya jadi enak.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB