Bermain bersama sesama atlet juga bukan hanya sekadar ajang nostalgia. Tapi, saat bermain ia merasa pace permainan juga bisa setara. Rupanya, ia pernah mencoba bermain padel dengan teman-teman yang bukan atlet, ia merasa permainan menjadi lambat.
“Saya pernah coba main sama teman-teman yang bukan atlet, kok mainnya slow banget, ya? Sementara, main padel sama Ahsan dan Owi itu keras, sampai ke atap-atap! Sama jiwa nggak mau kalahnya tetap ada.
"Sebenarnya kita padel biasa, orang juga akan maklumin ya. Tapi, kita tetap menggebu-gebu. ‘Kok, kenapa tadi salah sih? Seharusnya begini-begini!'. Ngotot-ngototan sampai malah berantem.
"Jadi, keseruan seperti itu sih, yang saya dapatkan dari padel!” tutup Liliyana.