sosok

Pelestari Hutan Leuser Farwiza Farhan Tak Lelah Menyuarakan Kerusakan Alam dan Dampak Deforestasi

Jumat, 5 Desember 2025 | 15:19 WIB
Farwiza Farhan, pelestari Hutan Leuser yang terus menyuarakan pentingnya melindungi hutan sebagai paru-paru alam dari ancaman kepunahan. (Instagram @wiiiiza)

Kepedulian Wiza pada isu alam dan lingkungan tumbuh saat ia kerap menonton program BBC “Planet Earth”. Ia begitu mencintai laut dan faunanya, sehingga menekuni scuba diving yang kini menjadikan instruktur dengan sertifikat resmi.

Untuk memperdalam ilmunya terhadap isu-isu lingkungan, Wiza mengambil bidang Biologi Kelautan saat kuliah di Universitas Sains Malaysia.

Baca Juga: Duka Banjir Bandang Aceh Timur: Bupati Ungkap Kekecewaan atas Lambatnya Respons Satpol PP

Ketangguhannya dalam kerja lapangan merupakan buah dari kebiasaannya mengikuti ibundanya, Ir. Ferry Soraya, M.Si, pengajar di jurusan Teknik Kimia,  Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, mengajar atau melakukan penelitian. 

Sedangkan dari ayahnya, Dr. Ahmad Farhan Hamid, pengajar di Jurusan Farmasi yang pernah menjadi politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), tampaknya Wiza belajar keterampilan bernegosiasi dan memahami hukum dan kebijakan publik.

Dukungan penuh dari kedua orang tua mengantar Farwiza Farhan pada pilihan hidupnya sekarang ini.

Ia bertekad mendampingi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera dengan menyerukan masyarakat untuk berdonasi. Tim HAkA saat ini terus bergerak ke wilayah-wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan kepada warga.

“Kita usahakan sebisa kita, mudah-mudahan semuanya aman dan selamat, dan kita bisa ngelewatin bencana ini,” tegasnya melalui akun Instagram-nya.

Farwiza Farhan

Tanggal lahir: Banda Aceh, 1 Mei 1986

Pendidikan:
• Sarjana Biologi Kelautan Universitas Sains Malaysia
• Magister Manajemen Lingkungan dari University of Queensland, Australia
• Doktor Antropologi Budaya dan Studi Pembangunan Radboud Universiteit Nijmegen, Belanda

Baca Juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Meninggal, 650 Hilang, dan Ratusan Ribu Mengungsi

Penghargaan
• Whitley Fund for Nature 2016
• Future For Nature (FFN) Award 2017
• Pritzker Emerging Environmental Genius Award 2021 dari Institute of Environment and Sustainability, Universitas California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat
• TIME 100 Next Emerging Leaders 2022
• The National Geographic Wayfinder Award 2022
• Ramon Magsaysay Award 2024 (kategori Emergent Leadership/Kepemimpinan Baru)

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB