sosok

CEO Apple John Ternus Diharapkan Lebih Bernyali sebagai Penentu Masa Depan Perusahaan

Sabtu, 25 April 2026 | 21:43 WIB
Sebagai CEO Apple yang baru, tantangan terbesar bagi John Ternus adalah memperbaiki strategi AI perusahaan. (Apple)

PejuangKantoran.com - Dunia teknologi baru saja dihebohkan dengan berita pengunduran diri Tim Cook sebagai CEO Apple. Pria berusia 65 tahun itu lalu naik jabatan menjadi Executive Chairman per 1 September mendatang.

Sebagai pengganti Tim Cook, ditunjuklah John Ternus sebagai CEO Apple yang baru. John Ternus sebenarnya bukan orang baru. Dia sudah 24 tahun mengabdi di Apple dan menjadi otak di balik desain perangkat populer seperti iPad, AirPods, hingga iPhone terbaru.

Meski begitu, Ternus memulai kariernya dengan rendah hati. Saat memberikan pidato kelulusan di kampusnya, University of Pennsylvania, pada 2024, dia mengenang hari pertamanya di Apple sebagai momen yang mendebarkan sekaligus mengintimidasi.

Baca Juga: Microsoft Tawarkan Program Resign Sukarela bagi 7% Karyawannya di AS, Dibuka Sekali Ini Saja!

Lulusan teknik mesin itu mengaku sempat merasa tidak pantas berada di sana.

“Orang-orang yang saya temui sangat pintar dan percaya diri, mereka tahu jauh lebih banyak daripada saya. Tapi saya selalu bersyukur karena saya tidak takut untuk meminta bantuan saat membutuhkannya,” kenang Ternus.

Profil LinkedIn-nya sepi

Tapi bukannya membahas visi teknologi John Ternus, warganet justru gagal fokus pada akun LinkedIn milik Ternus yang kelihatan sepi-sepi aja.

Profil LinkedIn Ternus hanya mencantumkan keterangan jabatan saat ini, riwayat pendidikannya, dan fakta bahwa dia bekerja di Apple sejak 2001. Tidak ada unggahan baru, tidak ada artikel inspiratif, bahkan bagian aktivitasnya benar-benar kosong.

Media sosial X ramai membahas profil LinkedIn John Ternus. Alex Kehr, CEO Superlocal Maps, membagikan tangkapan layar profil tersebut dan langsung viral. Banyak yang merasa ini adalah bukti telak bahwa pencitraan di media sosial profesional tidak menjamin kesuksesan karier setingkat CEO.

Baca Juga: 'Pulang Kampung', Film Musikal Batak dengan Jajaran Pemain Jebolan Indonesian Idol Bermarga

Salah satu komentar yang paling mencuri perhatian datang dari Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih, yang menulis, “Ini buktinya. LinkedIn itu tidak penting.”

Pendapat warganet pun terbelah, antara yang sepakat dan yang tidak. Ada yang merasa bahwa pengalaman dan hasil kerja nyata jauh lebih bermakna daripada sekadar rajin membuat konten.

"Oke, sekarang juga saya hapus semua riwayat kerja saya di LinkedIn," komentar salah satu warganet dengan nada bercanda.

Namun, banyak juga yang membela Ternus dengan logika yang lebih praktis. Warganet lainnya mengatakan, "Dia sudah bekerja di Apple sejak sebelum tragedi 9/11, buat apa dia repot-repot membangun LinkedIn? Kalau dia terlalu aktif, malah kesannya dia lagi cari kerja sampingan."

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB