Microsoft Tawarkan Program Resign Sukarela bagi 7% Karyawannya di AS, Dibuka Sekali Ini Saja!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 25 April 2026 | 13:02 WIB
Ilustrasi: Program buyout kepada sekitar 7% karyawan Microsoft ditujukan bagi karyawan di Amerika Serikat dengan jabatan direktur senior ke bawah. (Pexels/Salvatore De Lellis)
Ilustrasi: Program buyout kepada sekitar 7% karyawan Microsoft ditujukan bagi karyawan di Amerika Serikat dengan jabatan direktur senior ke bawah. (Pexels/Salvatore De Lellis)

PejuangKantoran.com - Perubahan besar yang dipicu oleh booming kecerdasan buatan (AI) bikin industri teknologi terkena dampaknya. Hal itu pula yang mendorong Microsoft berencana menawarkan program resign sukarela (buyout) kepada sekitar 7% karyawannya di AS.

Penawaran tersebut merupakan yang pertama bagi raksasa perangkat lunak berusia 51 tahun itu. Ada sekitar 7% karyawan yang dianggap memenuhi syarat untuk menerima buyout, begitu menurut salah satu orang dalam yang meminta namanya dirahasiakan. Pasalnya, angka tersebut harusnya tidak dipublikasikan.

Program resign sukarela yang diumumkan dalam memo pada hari Kamis (23/4/2026) itu hanya ditawarkan kali ini saja. Program ditujukan bagi karyawan di Amerika Serikat dengan jabatan direktur senior ke bawah, asalkan total gabungan antara usia dan masa kerja mereka mencapai angka 70 atau lebih.

Baca Juga: 'Pulang Kampung', Film Musikal Batak dengan Jajaran Pemain Jebolan Indonesian Idol Bermarga

Karyawan yang memenuhi syarat dan manajer mereka akan menerima detailnya pada tanggal 7 Mei. Tapi karyawan yang dapat bonus target penjualan nggak boleh ikutan.

Microsoft sekarang lagi gila-gilaan investasi untuk membangun pusat data. Langkah ini diambil supaya mereka bisa menyediakan tenaga komputer yang cukup buat klien-klien cloud mereka yang mau pakai AI generatif. Ternyata, raksasa teknologi lain kayak Alphabet (Google) dan Amazon juga lagi sibuk melakukan hal yang sama.

Tapi, nasib berbeda dialami sama saham-saham perusahaan software. Nilainya lagi anjlok banget. Masalahnya, sekarang muncul alat bantu coding baru dari Anthropic dan perusahaan lainnya yang dianggap bakal mengancam dominasi perusahaan-perusahaan besar yang sudah lama mapan.

Tahun lalu Microsoft melakukan efisiensi anggaran melalui beberapa putaran PHK. Hingga Juni 2025, perusahaan memiliki 228.000 karyawan, di mana 125.000 di antaranya berada di AS.

“Harapan kami, program ini memberikan pilihan bagi mereka yang memenuhi syarat untuk mengambil langkah selanjutnya sesuai rencana masing-masing, tentunya dengan dukungan penuh dari perusahaan,” tulis Amy Coleman, Executive Vice President dan Chief People Officer Microsoft dalam memonya.

Baca Juga: Apakah Cover Letter atau Surat Lamaran Harus Tetap Dilampirkan Meski Tidak Diminta dalam Loker?

Selain itu, Microsoft sedang mengubah cara mereka membagikan saham sebagai penghargaan tahunan bagi karyawan. Perusahaan tidak lagi mengharuskan para manajer untuk mematok jumlah saham yang diberikan berdasarkan besaran bonus uang tunai yang diterima karyawan.

"Lewat cara ini, para manajer jadi punya lebih banyak kebebasan untuk memberikan apresiasi yang lebih nyata buat karyawan yang kinerjanya jempolan," tulis Coleman.

Microsoft juga menyederhanakan proses penilaian kinerja buat para manajer. Jadi, mereka sekarang cuma perlu memilih dari lima opsi gaji atau bonus untuk karyawan, nggak perlu lagi pusing dengan sembilan pilihan seperti sebelumnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X