PejuangKantoran.com - Kamu mungkin bingung apakah harus menyisipkan cover letter dengan curriculum vitae ketika melamar pekerjaan. Apalagi, jika dalam lowongan kerja tersebut tidak disebutkan apakah pelamar harus menyerahkan cover letter. Nah, sebenarnya, apakah membuat cover letter wajib sekalipun tidak diminta?
Cover letter, atau surat pengantar lamaran kerja, sebenarnya bisa mengungkapkan bagaimana kepribadian dan cara berpikirmu. Selain tentunya, riwayat pekerjaan, riwayat Pendidikan, dan keterampilan yang kamu miliki. Andrew Seaman, Managing Editor untuk Jobs & Career Development di LinkedIn News, mengatakan, cover letter adalah hal pertama yang dia lihat dalam proses rekrutmen. Kalau begitu, membuat cover letter itu wajib?
Baca Juga: Haruskah Memberitahu Si Bos Kalau Kamu Mau Interview Kerja di Tempat Lain?
Belum tentu. Banyak juga manajer rekrutmen yang langsung memelajari curriculum vitae atau resume. Kalau memang tidak diminta secara spesifik, menurut Andrew kamu tidak perlu membuat cover letter. Siapkan saja dokumen lain yang diperlukan selama proses melamar kerja sesuai deskripsi pekerjaannya.
“Sebagai rekruter, saya tidak peduli dengan cover letter,” kata Tejal Wagadia, Sourcing Recruiter dari Amazon Web Series. “Kebanyakan pelamar tidak menyediakan informasi yang berarti, yang tidak ada dalam resume. Kalau ada yang menyerahkan, saya akan membacanya, tetapi seharusnya itu tidak diperlukan untuk lowongan kerja pada umumnya.”
Syarat cover letter yang baik
Umumnya, pakar pencarian kerja menyarankan kamu menyisipkan cover letter dalam lamaran kalau kamu merasa pengalaman kamu tidak akan sebanding dengan pelamar lain. Jadi, cover letter dalam hal ini menjadi cara kamu menjelaskan sesuatu. Misalnya, mengapa usia kamu di atas persyaratan yang diminta, atau mengapa kamu melakukan perubahan karier.
Baca Juga: 10 Alasan Saat Izin ke Kantor untuk Interview Kerja. Kamu Punya Alasan Lain?
Kadang-kadang, proses pelamaran kerja menggunakan sistem di mana kamu diberi pilihan membuat cover letter. Walaupun tidak wajib, tidak ada salahnya kamu membuatnya, siapa tahu peluang kamu mendapatkan pekerjaan jadi lebih besar.
Kemudian, buatlah cover letter yang bagus. Kamu bisa membuatnya dalam file terpisah sebagai lampiran, atau menuliskannya di body text dalam email.
“Ingat, dalam era digital ini, fungsi cover letter adalah sebagai e-note. Saya sarankan dua strategi: Pertama, buat master cover letter yang bisa dimodifikasi untuk posisi yang berbeda. Kedua, pastikan panjangnya di bawah 250 kata,” kata Wendi Weiner, pendiri The Writing Guru.
Elemen lain yang perlu disampaikan dalam cover letter adalah, mengapa kamu tertarik dengan perusahaan itu, bagaimana kamu bisa melengkapi budaya mereka, dan bagaimana kamu akan memecahkan masalah unik mereka.
Yang tak kalah penting, buat cover letter yang substantif. Jangan sampai perekrut kerepotan mengunduh surat lamaranmu hanya untuk mendapatkan kalimat-kalimat yang umum saja.
Artikel Terkait
Cara Mencari Film Netflix Lebih Cepat dengan Kode Genre
Lowongan BUMN: Data Scientist di PT Waskita Karya Tbk. Buruan, Deadline 7 Desember!
Berminat Kerja di BUMN? Ini Cara Mendaftar di Website Rekrutmen Bersama BUMN
8 Sarapan Makanan Berenergi yang Bisa Bikin Senin Kamu Jadi Semangat dan Produktif
Ancaman Resesi Ekonomi Tahun Depan, Apa yang Harus Dipersiapkan?