PejuangKantoran.com – Seperti dipaparkan dalam artikel sebelumnya, Zero Inbox Person adalah orang yang merasa wajib membaca tuntas semua email yang masuk. Kebalikan dari tipe ini adalah orang yang malas membuka email dan membiarkan 5.000 email di inbox-nya tidak terbaca.
Orang yang malas membuka email tidak merasa terganggu dengan jumlah unread email di inbox-nya. Bahkan kamu mungkin malah bercanda dengan melebih-lebihkan jumlah email yang belum kamu baca. Inilah yang dikatakan pakar kepribadian tentang orang yang malas membuka email:
Otak berfungsi paling baik dengan cara ini
Cara kamu mengelola diri dan mengerjakan tugas mungkin terlihat berbeda. “Beberapa orang secara mental mengatur dirinya dengan baik dan karena itu tidak bergantung pada catatan, agenda, dan notifikasi,” kata Jami Dumler, pekerja sosial di Thriveworks di Bethlehem, Pennsylvania, yang berspesialisasi dalam penanganan depresi, OCD, kecemasan, stres, dan relasi.
“Mereka mungkin merasa cara ini lebih baik untuk mereka, membuat mereka tidak stres dan membantu memfokuskan waktu dan energi mereka pada hal-hal lain,” tambahnya. Orang yang malas membuka email menandai yang penting-penting ssaja dan mengabaikan sisanya.
Tidak merasakan urgensi yang sama
Kamu tidak pernah merasa terburu-buru untuk membuka notifikasi. Kamu merasa, wajar kalau butuh beberapa hari untuk merespons. Kamu mungkin bukan tipe perfeksionis dan tidak melihat notifikasi yang belum dibaca atau mengosongkan inbox sebagai prioritas. Kamu juga tidak merasa bersalah atau memalukan karena tidak membalas email.
Menanggapi notifikasi membuat kamu stres
Di sisi lain, kamu mungkin menghindari menanggapi notifikasi email yang masuk karena malah menimbulkan kecemasan. Banyaknya notifikasi yang belum dibaca tidak berarti kamu santai saja melihatnya. Kamu mungkin terlalu stres untuk membaca salah satu saja dari email tersebut. Padahal, penumpukan unread email ini memperburuk ketidaknyamanan kamu.
Jika kamu sering bermasalah dengan hal ini, coba cari tahu apa yang kamu cemaskan dan bagaimana menanganinya, tambah Dumler. Mungkin dengan mengalahkan rasa takut, membicarakan dengan rekan kerja bagaimana cara membalas email, atau menarik napas dalam-dalam saja kalau mendapat tanggapan kasar sesudahnya?
Intinya, cari tahu apa yang membuat kamu cemas dan apa pilihan kamu. Dumler menunjuk pada kecemasan social yang kamu miliki. “Kemungkinan ini berkaitan dengan tingkat energi mental, waktu, perhatian, dan stres yang timbul karena menangani notifikasi khusus tersebut,” jelasnya. Jika respons kamu akan memakan waktu dan energi emosional, kamu cenderung akan menunggu untuk merespons, meskipun sebenarnya kamu bisa langsung mengirim pesan "Kedengarannya bagus!".
Namun, orang yang malas membuka email perlu meningkatkan rasa ingin tahunya. Kalau email kantor mengganggumu setelah berjam-jam, solusinya pasti bukan malah mengabaikannya. Kamu bisa menggunakan opsi yang lebih mudah seperti menggunakan pesan suara sambil melakukan tugas lain. (din)