Tetap Harus Bekerja dengan Kondisi Depresi Berat, Apa yang Harus Dilakukan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 16:14 WIB
Ilustrasi: Banyak orang dengan jenis depresi berat seperti major depressive disorder harus tetap bekerja. (Freepik)
Ilustrasi: Banyak orang dengan jenis depresi berat seperti major depressive disorder harus tetap bekerja. (Freepik)

PejuangKantoran.comMajor Depressive Disorder (MDD) atau gangguan depresi mayor adalah salah satu jenis depresi berat. Sayangnya, tak sedikit penderita kondisi ini yang masih harus tetap bekerja.

Menurut Natasha Tracy, penulis dan advokat kesehatan mental, mengalami Major Depressive Disorder bisa mempersulit pekerjaan karena beban stres bertambah, dan membuat tanggungjawab terasa lebih berat.

Apalagi jika kamu tetap harus kerja keras, menjalani tenggat waktu pekerjaan, dan lingkungan yang tidak bersahabat, yang membuat jam kerja menjadi sebuah perjuangan.

Baca Juga: Teknik Five-Finger Breathing atau Pernapasan Lima Jari yang Bisa Bikin Kamu Lebih Rileks

Sisi positifnya, pekerjaan memiliki kemampuan untuk membantu penderita Major Depressive Disorder menjadi lebih baik. Memiliki rutinitas, kontak sosial, dan lingkungan yang suportif dapat membantu mengelola gejala depresi dengan lebih baik.

Berikut adalah beberapa tantangan umum yang mungkin harus dihadapi penderita MDD di tempat kerja, dan tips untuk mengelolanya.

Saat gejala MDD datang

Depresi bisa sangat melemahkan penderitanya, yang membuat rutinitas bekerja menjadi berat.

Bagi menderita MDD parah, mungkin sulit untuk bangun dari tempat tidur di pagi hari. Bahkan, pada hari-hari tertentu, kegiatan rutin seperti mandi, berpakaian, dan berangkat kerja pun bisa terasa sangat sulit.

Saat mendapatkan situasi seperti ini, kamu bisa mengambil cuti sakit atau cuti jangka pendek untuk merasa lebih baik. Bicaralah dengan HR, dan cari tahu berapa banyak jatah cuti yang menjadi hakmu.

Jika kamu tidak mau orang lain tahu, tak perlu mengatakan secara spesifik penyakit apa yang kamu miliki.

Jika kamu merasa terisolasi

Dengan MDD, mungkin kamu jadi lebih sulit menjalin hubungan sosial yang dapat membantu berkembang di tempat kerja.

Saat rasa terisolasi atau kesepian datang, cobalah mengikuti aktivitas bersama rekan kerja lainnya. Dengan memiliki kesamaan untuk dibicarakan, interaksi sosial jadi lebih mudah.

Haruskah memberitahu bos tentang MDD yang kamu alami?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: WebMD

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X