Mungkin saja ada karyawan yang akan membisikkan rumor tentang dirimu karena penyakit MDD itu, ada yang mungkin berpikir kamu tidak cocok untuk menjadi pemimpin, bahkan kamu bisa merasa dihakimi atau dikucilkan.
Baca Juga: Ketahui Waktu Paling Tepat untuk Operasi Katarak
Jika kamu memutuskan untuk terbuka terhadap staf, berikut adalah beberapa tips:
• Bagikan beberapa fakta tentang MDD agar mereka memahami diagnosis dirimu.
• Izinkan karyawan mana pun yang memiliki pertanyaan atau kekhawatiran untuk datang langsung kepadamu.
• Yakinkan mereka bahwa sakit bukan berarti kamu tidak bisa melakukan pekerjaanmu. Orang dengan MDD masih bisa memimpin perusahaan dan meraih kesuksesan.
• Bagi penderita MDD yang masih bekerja, terus ikuti perawatan MDD yang dianjurkan oleh dokter atau psikolog. Jika kamu membiarkan penyakit ini tanpa “diobati”, pekerjaanmu bisa akan semakin terganggu.
• Bicaralah dengan terapis tentang keterampilan mengatasi MDD yang dapat digunakan di tempat kerja. Terapi ini bisa membantumu mengelola gejala depresi dan meningkatkan kinerja di kantor. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Menu Apa yang Jadi Andalan di Festival Jajanan Bango 2023 di Makassar?
Tampilan Timeline X (Twitter) Berubah Lagi, Kali Ini Headline dan Link Berita Menghilang!
9 Kebiasaan Orang Sukses yang Perlu Ditiru, Salah Satunya Kurangi Waktu Nonton TV!
LinkedIn Prediksi 65% Keahlian Pekerjaan akan Berubah karena AI pada Tahun 2030
Berperan sebagai Cowok Penurut di Mohon Doa Restu, Jefri Nichol Kena Prank Sutradara Ody Harahap
Contoh Bahasa Defensif yang Perlu Dihindari Saat Menghadapi Pelanggan atau Klien yang Marah