Tetap Harus Bekerja dengan Kondisi Depresi Berat, Apa yang Harus Dilakukan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 16:14 WIB
Ilustrasi: Banyak orang dengan jenis depresi berat seperti major depressive disorder harus tetap bekerja. (Freepik)
Ilustrasi: Banyak orang dengan jenis depresi berat seperti major depressive disorder harus tetap bekerja. (Freepik)

Ada plus minus jika kamu memutuskan untuk memberitahu bos mengenai depresi berat yang kamu alami.

Nilai plusnya, pemerintah telah menetapkan bahwa BPJS Kesehatan bisa memberikan jaminan biaya layanan kesehatan untuk masyarakat yang mengalami masalah kesehatan mental. 

Baca Juga: Cerdas dan Bijak Atur Keuangan Karena Biaya Kesehatan Makin Bengkak

Namun, nilai minusnya, masih banyak orang yang meremehkan penyakit mental. Meskipun ada aturannya, tetapi belum semua perusahaan memberikan perhatian khusus untuk karyawan yang mengalaminya. 

Selain itu, kamu juga mungkin sulit membuktikan bahwa kamu memiliki penyakit mental yang bisa memengaruhi kinerjamu di kantor.

Haruskah memberitahu rekan kerja?

Natasha bilang, saat ada lebih dari tiga orang mengetahui sesuatu, itu bukan rahasia lagi.

Perlu diingat bahwa tempat kerja adalah lingkungan yang penuh gosip. Jadi, saat kamu memberitahu orang-orang tertentu, siap-siap saja berita tersebut akan menyebar ke orang lain.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memberitahu rekan kerja mengenai depresi berat yang kamu alami:

• Bagaimana jadinya jika seluruh kantor tahu?
Jika ingin memberitahu beberapa orang, pilihlah orang yang akan mendukung

• Apakah ada rekan kerja lain yang memiliki disabilitas seperti penyakit mental? Jika ada, bagaimana rekan kerja lain mendukungnya? Apakah kamu ingin diperlakukan seperti itu juga?

• Apa kamu mau menjawab semua pertanyaan yang mungkin muncul dan stigma yang akan dilekatkan pada dirimu? Karena bagi penderita MDD, hal tersebut mungkin terasa terlalu berat.

Bagaimana jika kamu atasan yang menderita MDD?

Sebenarnya, ketika pemimpin menunjukkan dirinya sebagai manusia dan sama seperti orang lain, hal ini akan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua orang.

Namun, meskipun keterbukaan dengan staf mungkin akan disambut dengan ucapan selamat atas keberanianmu, tetapi tetap akan ada orang yang memberikan tanggapan negatif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: WebMD

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X