Jus Buah VS Jus Sayuran, Mana Yang Lebih Sehat? Hati-Hati, Ada 'Musuh'-nya Penyandang Diabetes

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 09:33 WIB
Ilustrasi jus buah dan jus sayuran. (Freepik)
Ilustrasi jus buah dan jus sayuran. (Freepik)

Pejuangkantoran.com Minuman sehat yang hampir pasti disukai semua orang adalah jus. Selain menyegarkan dan menyehatkan, sebagai minuman sehat, jus lebih bisa diterima dibanding jamu, misalnya.

Banyak manfaat yang ingin dicapai dengan mengonsumsi jus. Umumnya adalah untuk mendukung program menurunkan berat badan.

Menurut Public Health Nutritionist dari Inggris Mary Jane Brown, PhD, RD dalam laman Healthline.com, menjadikan bahan (buah atau sayur) menjadi jus, umumnya bertujuan untuk dua hal, yaitu:

  • Detoks: Dengan minum jus selama 3 hari hingga beberapa pekan, banyak yang percaya bahwa ini bisa membersihkan tubuh dari racun-racun. Hanya saja belum ada bukti keefektifannya
  • Asupan makanan diet: Jus segar bisa digunakan sebagai suplemen pengganti makanan saat diet (program menurunkan berat tubuh). Jus bisa meningkatkan masukan nutrisi ke dalam tubuh.

Tentu saja dalam hal ini yang dimaksud dengan minuman jus adalah murni tanpa tambahan gula. Jadi kalaupun ada rasa manis yang didapat, itu adalah manis dari bahan dasar jusnya.

Dalam membuat jus, sekarang ini jauh lebih kreatif. Tak hanya mengandalkan satu bahan jus, tapi sudah jama minuman jus yang dijual segar itu campuran dari berbagai bahan yang sehat.

Ada yang mencampur papaya dengan nanas, bayam dengan Jeruk manis, buah naga dengan stroberi, mentimun dengan bayam, dan sebagainya.

Mana yang menjadi pilihan, itu selera masing-masing. Namun yang masih sering diperdebakan adalah, lebih sehat mana, jus buah atau jus sayuran?

Hal ini masih menjadi perdebatan yang seru.

Baca Juga: Ingin Langsing Tapi Tak Ingin Stop Ngemil? Diet dengan Ngemil Buah-Buahan Berikut Ini!

Hindari Jus Buah Untuk Sarapan

Namun, seperti yang disampaikan di laman Mayoclinic.org, membuat minuman jus itu disarankan memakai rasio 90/10. Ini maksudnya, 90% bahan jusnya adalah sayuran dan 10% adalah buah-buahan.

Bahan buah-buahan dalam hal ini tujuannya adalah untuk mendapatkan rasa manis dan rasa dalam jus. Ini karena buah memang lebih banyak kandungan gula alaminya, dalam bentuk fruktosa.

Sebagai catatan, buah dalam bentuk jus maupun kering, biasanya kadar gulanya cenderung lebih tinggi. Ini karena dalam dua bentukan tersebut terjadi konsentrat buah yang lebih tinggi.

Selain itu, masih menurut Mayoclinic.org, ketika proses pembuatan jus, kandungan serat dalam buah sebagian akan hilang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: healthline.com, mayoclinic.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X