Kopi Ternyata Jadi Salah 'Makanan' bagi Bakteri Baik yang Membantu Kesehatan Usus

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 30 November 2024 | 17:58 WIB
Ilustrasi: Kopi jenis apa yang dianggap lebih efektif dalam mendukung keseimbangan bakteri baik  di dalam usus? (Freepik)
Ilustrasi: Kopi jenis apa yang dianggap lebih efektif dalam mendukung keseimbangan bakteri baik di dalam usus? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Selama ini, kopi dikenal memiliki dampak buruk bagi tubuh. Padahal, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, kopi justru mempunyai manfaat baik untuk kesehatan terutama bagi jantung dan usus.

Sebuah studi terbaru dari ZOE, perusahaan kesehatan usus yang diterbitkan di jurnal Nature Microbiology, menemukan manfaat kopi bagi kesehatan usus.

Bakteri baik yang disebut Lawsonibacter asaccharolyticus (LA) ditemukan delapan kali lebih banyak di usus peminum kopi biasa dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Baca Juga: BRI Mini Soccer Media Clash Pertemukan Duta Modjo, El Rumi, Thoriq-Aaliyah, hingga Sean Gelael

Mengapa ini bisa terjadi?

Menurut Profesor Tim Spector, salah satu pendiri ZOE, bakteri LA ini cukup picky dalam memilih makanan.

Mereka cenderung hanya bertahan hidup dengan satu jenis makanan dan favoritnya adalah kopi. Menariknya, bakteri baik ini bisa ditemukan dalam kopi berkafein maupun nonkafein.

Kopi juga mengandung kimia yang kompleks, salah satunya polifenol atau senyawa sehat yang juga ditemukan dalam minyak zaitun. Ini diduga menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan bakteri baik tersebut.

Selain itu, kopi mengandung sekitar 1,5 gram serat per cangkir, yang juga bermanfaat untuk kesehatan usus. Tak heran jika bakteri LA seolah "menunggu" kopi untuk bisa berkembang biak dan membantu kesehatan usus.

Tergantung jenis kopinya

Baca Juga: Jelang Seleksi Kompetensi PPPK BKN 2024, Catat Jadwal serta Kewajiban dan Larangan bagi Peserta

Dalam konteks kesehatan mikrobiota usus, para ahli juga menyoroti bahwa jenis kopi yang diminum mungkin menghasilkan dampak yang berbeda.

Kopi hitam tanpa gula atau susu dianggap lebih efektif dalam mendukung keseimbangan bakteri baik dibandingkan kopi yang telah dicampur dengan pemanis atau krimer.

Polifenol dan serat alami lebih optimal terserap tanpa tambahan bahan-bahan lain yang justru bisa memicu peradangan atau ketidakseimbangan mikrobiota usus.

ZOE bahkan menyebut hubungan antara bakteri LA dan kopi sebagai salah satu yang terkuat dibandingkan hubungan antara makanan atau minuman lainnya dengan mikroba tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X