PejuangKantoran.com – Beberapa tahun terakhir, jajanan seperti seblak semakin populer di seluruh Indonesia. Bisa jadi, ketenaran seblak adalah karena seringnya makanan ini di-review oleh food blogger melalui media sosial.
Makanan khas Sunda ini pun semakin mudah ditemukan di berbagai kedai makanan. Pada dasarnya, sepiring seblak terdiri atas mi, telur, tomat, dan kerupuk aci yang direbus bersama kuah dan bumbu-bumbu seperti bawang merah dan bawang putih, kencur, dan air asam jawa.
Isian dan topping seblak ini membuat variasi seblak pun makin banyak. Bahkan setiap kedai makanan punya varian khusus yang membedakannya dari kedai makanan lain, dari seblak sosis, seblak mozzarella, seblak kikil, hingga seblak sei sapi.
Namun sebenarnya seblak merupakan makanan yang rendah akan zat besi, yang banyak ditemukan di daging merah, hati, atau sayuran hijau.
Zat besi membantu tubuh untuk memproduksi hemoglobin yang ada di sel darah merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Meski dalam semangkuk seblak juga terdapat sayuran, tapi zat besi dalam seblak tidak sebanyak kalau mengonsumsi olahan sayur asli. Asupan garam dalam makanan ini juga makin mengganggu penyerapan zat besi ke dalam tubuh.
Belum lagi sensasi pedas dari kuah seblak. Meskipun menjadi salah satu daya tarik makanan satu ini, tetapi banyaknya cabai memungkinkan untuk menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.
Kasus anemia di Kabupaten Karawang
Sayangnya, sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik hasilnya. Hasil skrining kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menunjukkan, di wilayah tersebut ada ribuan remaja putri yang mengalami anemia.
Baca Juga: Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter
Penyebab anemia ini berasal dari pola makan yang tidak sehat karena tidak memperhatikan zat gizi yang terkandung di dalamnya.
Menurut Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, dr. Nurmala Hasanah, salah satunya karena kebiasaan makan seblak.
“Mereka lebih suka jajan daripada mengonsumsi makanan bergizi. Sering mengonsumsi mie bakso dan seblak, ditambah menstruasi yang terlalu banyak menyebabkan kekurangan asupan nutrisi dan serat,” kata dr. Nurmala kepada media pada Rabu (15/1/2025).
Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan Karawang melakukan skrining pemeriksaan kesehatan kepada 33.106 remaja putri.
Artikel Terkait
Telur Adalah Sumber Nutrisi Yang Luar Biasa. Jaga Nutrisinya dengan Cara Menyimpan yang Benar Seperti Berikut Ini!
Komit pada Praktik Sustainable Finance, BRI Menjadi Satu-Satunya BUMN Penerbit Obligasi Hijau di Tahun 2024
Kebakaran Los Angeles: Miley Cyrus Berbagi Kenangan Pahit dan Dukungan untuk Korban
Studi: Jangan Sembarangan Kirim Banyak Lamaran Kerja, Bisa Bahaya!
3 Pekerjaan Paling Diminati di 2025 Berdasarkan Studi
Tips dan Trik Jitu untuk Meningkatkan Peluang Karier di 2025, Jangan Lewatkan
10 Situs Web Penyedia Sponsor Visa Kerja di Australia, Bisa Dapat Tempat Tinggal Permanen!