Easy Run Penting Dilakukan Bagi Setiap Pelari. Apa Ciri-Ciri dan Manfaatnya?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 24 Februari 2025 | 11:10 WIB
Ketika kamu berlari dan masih bisa bicara dengan mudah tanpa tersengal-sengal, maka itu masuk kategori easy run bagimu. (Freepik)
Ketika kamu berlari dan masih bisa bicara dengan mudah tanpa tersengal-sengal, maka itu masuk kategori easy run bagimu. (Freepik)

Pejuangkantoran.comEasy run menurut therunningchannel.com adalah ketika kamu berlari lebih pelan daripada kebiasaan kamu lari. Misal, kamu terbiasa lari dengan pace 6 dan masih tetap di detak jantung Zona 3, lalu pada suatu saat kamu lari dengan pace 8 dengan detak jantung Zona 2.

Ada yang menyebutnya sebagai dengan sebutan “chatty pace”, di mana saat kamu lari dengan pace tersebut kamu masih bisa tetap ngobrol dengan nyaman dan lancar.

Ini karena pada saat kamu melakukan easy run, pernafasan kamu tidak ngos-ngosan, detak jantungmu tidak berdebar kencang yang detaknya tak jauh seperti detak jantung dalam kondisi biasa/normal.

Dengan kondisi tersebut memungkinkan kamu bisa bicara dengan teman lari dengan lancar tanpa tersengal-sengal.

 

Manfaat Easy Run

Easy run atau lari santai sangat penting untuk rencana lari apa pun karena membantu membangun kebugaran dan ketahanan kita saat berlari. Semakin banyak lari santai yang dapat kamu lakukan, maka kamu akan semakin bugar.

Agar semakin haris kebugaran kamu semakin meningkat volumenya, maka tambahkan jarak tempuh easy run kamu secara bertahap.  

Baca Juga: Butuh Pelatih Lari atau Running Coach yang Kompeten? Pahami Dulu Tugas-Tugas Mereka Berikut Ini!

Easy run atau lari santai itu bukan soal kecepatan atau tempo. Easy run lebih menekankan pada tingkat upaya yang kamu rasakan. Misal, kamu sedang merasa segar dan sehat, maka larimu mungkin akan lebih cepat daripada jika kamu sedang lelah.

Manfaat utama lari santai adalah bahwa lari santai tidak terlalu menuntut fisik sehingga risiko cedera lebih rendah, dan membantu kamu beradaptasi dari lari yang lebih keras sekaligus membangun kebugaran umum.

Seperti umumnya, selain lari santai, kamu juga melakukan lari yang lebih cepat seperti tempo run atau interval run. Keduanya digunakan untuk membangun kekuatan dan kecepatan.

Namun, berlari lebih cepat akan memberi lebih banyak tekanan pada tubuh kamu, dan ini dapat meningkatkan risiko cedera dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Oleh karena itu, kita harus menyeimbangkan antara berlari lebih lambat dan lebih cepat. Berlari lambat membantu Anda berlari lebih cepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X