Pejuangkantoran.com – Jangan abaikan ini, prevalensi diabetes melitus (DM) di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan terus meningkat. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2023, prevalensi diabetes di Indonesia naik menjadi 11,7%, naik dari data Riskesdas tahun 2018 yang 10,9%.
Dari angka tersebut, diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling banyak diderita di Indonesia. Persentasenya mencapai mencapai 50,2%.
Diabetes tipe 2, menurut alodokter.com, adalah penyakit yang membuat kadar gula darah meningkat akibat kelainan pada kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin.
Insulin adalah hormon yang membantu gula darah (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Hormon ini diproduksi oleh pankreas ketika seseorang makan.
Baca Juga: Penelitian Baru: Manfaat Kesehatan Kopi dan Teh dalam Mencegah Penyakit Jantung dan Diabetes
Faktor yang meningkatkan risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 adalah:
- Kelebihan berat badan atau obesitas: Lemak tubuh yang berlebihan, terutama di sekitar perut, dapat menyebabkan resistensi insulin. Ini adalah faktor utama dalam perkembangan diabetes tipe 2.
- Riwayat keluarga diabetes: Jika kamu punya orang tua, saudara kandung, atau kerabat dekat lainnya dengan diabetes tipe 2, risikomu menjadi lebih tinggi.
- Usia: Risiko diabetes tipe 2 meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 45 tahun.
- Gaya hidup tidak aktif: Kurangnya aktivitas fisik seseorang dapat menyebabkan resistensi insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
- Prediabetes: Prediabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Orang dengan prediabetes berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2.
- Riwayat diabetes gestasional: Diabetes gestasional adalah kondisi peningkatan kadar gula darah yang terjadi selama kehamilan pada wanita yang sebelumnya tidak memiliki diabetes, dan biasanya menghilang setelah melahirkan.
- Sindrom ovarium polikistik (PCOS): PCOS adalah gangguan hormon yang umum terjadi pada wanita di usia subur. Ini ditandai dengan gangguan siklus menstruasi, kadar hormon androgen yang tinggi, dan/atau adanya kista kecil di ovarium. Wanita dengan PCOS memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
- Ras atau etnis tertentu: Orang-orang dari ras atau etnis tertentu, seperti Afrika Amerika, Hispanik, Penduduk Asli Amerika, dan Asia Amerika, memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
- Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tidak normal: Kondisi ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Baca Juga: Jus Buah VS Jus Sayuran, Mana Yang Lebih Sehat? Hati-Hati, Ada 'Musuh'-nya Penyandang Diabetes
Lakukan pencegahan
Yang perlu dicatat adalah, apabila kamu memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, bukan berarti kamu pasti akan terkena diabetes tipe 2. Namun kamu harus melakukan pencegahan agar tidak terkena diabetes tipe 2.
Yang harus kamu lakukan adalah:
- Menjaga berat badan yang sehat;
- Makan makanan yang sehat;
- Berolah raga secara teratur;
- Melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur.
Dengan melakukan empat hal di atas dengan serius, maka dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. ***
Artikel Terkait
Bolehkah Anak dengan Diabetes Berpuasa?
Anak dengan Diabetes Menjalankan Ibadah Puasa, Perhatikan 2 Syarat Ini
Aturan Tepat Minum Kopi agar Terhindar dari Diabetes dan Batu Ginjal
Ikuti 6 Kunci Yang Penting Ini Agar Kamu Dapat Menjalani Olah Raga Lari Dengan Konsisten
3 Macam Olah Raga Wajib dan Mudah Dilakukan yang Bisa Mendorong Jantung Menjadi Sehat
Inilah Waktu Terbaik Melakukan Olah Raga Saat Puasa Menurut Mantan Kepala Medis Liverpool dan Tottenham
3 Alasan Mengapa Stretching Sesudah Olah Raga Sama Pentingnya dengan Sebelum