2 dari 3 Orang Langsung Minum Obat daripada Minum Air ketika Sakit Kepala karena Dehidrasi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 24 Maret 2025 | 08:35 WIB
Ilustrasi: Bukannya minum air putih, ketika tiba-tiba sakit kepala kebanyakan orang malah minum kopi atau minum obat pereda nyeri. (Pexels/Mikael Blomkvist)
Ilustrasi: Bukannya minum air putih, ketika tiba-tiba sakit kepala kebanyakan orang malah minum kopi atau minum obat pereda nyeri. (Pexels/Mikael Blomkvist)

PejuangKantoran.com - Kalau saat lagi bekerja tiba-tiba kamu merasa sakit kepala atau lelah banget, apa yang biasanya kamu lakukan? Kebanyakan orang ternyata minum kopi atau langsung minum obat pereda nyeri. Padahal, mungkin kamu cuma butuh air putih.

Menurut survei terbaru yang melibatkan 2.000 orang dewasa di Amerika, dua dari tiga orang (63%) lebih memilih minum obat pereda nyeri yang dijual bebasketimbang minum air saat merasa nggak enak badan.

Padahal, gejala seperti sakit kepala, kram otot, sampai pusing, bisa jadi cuma sinyal dari tubuh bahwa kamu kekurangan cairan.

Baca Juga: Strategi Pemberdayaan BRI untuk UMKM Membuahkan Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia

Yang lebih mengejutkan, menurut survei yang dilakukan oleh OnePoll buat Essentia Water ini, rata-rata orang mengalami dua kali sakit kepala, tiga kali kram otot, dan dua kali pusing dalam seminggu.

Semua itu gejala dehidrasi kronis. Tapi bukannya langsung minum air, banyak yang malah milih rebahan (45%) atau menutup mata aja sampai pusingnya hilang (sekitar 20%).

Cuma minum segelas sehari!

Bahkan, ada yang mengaku cuma minum satu gelas air putih (sekitar 237 ml) sehari. Rata-rata sih minum lima gelas sehari (sekitar 1,2 liter), tapi tetap saja itu nggak cukup.

Menurut ahli kesehatan, laki-laki idealnya minum hampir 3 liter air, dan perempuan sekitar sekitar 2,2 liter tiap hari. Jadi, kalau cuma minum 1 liter, itu bahkan belum setengah dari yang direkomendasikan.

Lucunya, banyak yang merasa cuma kurang satu gelas lagi dari target harian mereka. Padahal faktanya mereka kekurangan banyak banget!

Baca Juga: Ifan Seventeen: 'Biarkan Saya Bekerja', Akui Siap Mundur Jika Ada yang Mampu Menggantikannya

Separuh dari responden jujur bilang mereka sadar kurang minum air, tapi alasannya juga klasik: 36% bilang mereka suka lupa, dan 30% bilang banyak minum air itu capek dan "terlalu banyak".

Kenapa kita malah minum obat?

Menurut Dr. Dana Cohen, MD, Health & Wellness Advisor dari Essentia Water, ini semua soal kesadaran.

"Seringkali saat kita mulai merasa lelah atau pusing, kita pikir butuh makan atau butuh obat, padahal tubuh kita cuma butuh air. Gejala-gejala itu sebenarnya alarm dari otak, yang mengingatkan kita kalau tubuh sudah kekurangan cairan," jelas Dr. Dana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Studyfinds

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X