8 Tanda Kamu Mungkin Kurang Sering Keramas dan Membersihkan Rambut

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 23 Maret 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi keramas   (freepik/jcomp)
Ilustrasi keramas (freepik/jcomp)

PejuangKantoran.com - Mencuci rambut memang bisa terasa membosankan. Kamu harus meluangkan waktu untuk melepas pakaian, mengikuti serangkaian tahapan seperti mencuci (mungkin dua kali), menggosok, membilas, memakai kondisioner, dan membilas lagi.

Ditambah lagi, rutinitas setelah mandi yang bisa memakan waktu berjam-jam tergantung pada jenis rambutmu.

Dengan semua itu, tidak heran kalau hari mencuci rambut bisa sering tertunda. Tapi, bagaimana cara tahu kalau kamu sudah terlalu lama tidak mencuci rambut? Berikut adalah tanda-tanda yang perlu kamu perhatikan jika ternyata kamu tidak mencuci rambut cukup sering.

Baca Juga: 9 Tanda Sudah Saatnya Kamu Cari Pekerjaan Baru, Salah Satunya Tak Semangat saat Harus Kembali Kerja

1. Rambut Terlihat dan Terasa Berminyak

Baik rambutmu cenderung kering atau berminyak, kulit kepala tetap memproduksi sebum secara teratur. Saat kamu jarang mencuci rambut, minyak ini akan menumpuk.

Menurut Hadley King, MD, FAAD, seorang dermatolog berlisensi di New York, "Minyak dapat terakumulasi, membuat rambut terlihat berminyak dan bahkan menimbulkan bau tak sedap." Jadi, kalau rambutmu mulai terlihat berkilau karena minyak, itu bisa menjadi tanda kamu belum cukup sering mencuci rambut.

2. Kulit Kepala Gatal dan Meradang

Selain menambah kesan berminyak pada rambut, penumpukan minyak juga bisa membuat kulit kepala terasa gatal, sensitif, dan meradang.

Jodi LeGerfo, DNP, APRN, FNP-BC, menjelaskan bahwa "Sebum memang berfungsi sebagai pelembap alami, tapi ia juga menarik debu, kotoran, dan polutan lingkungan lainnya." Kondisi ini menciptakan tempat yang ideal bagi bakteri, jamur, dan ragi untuk berkembang biak, yang akhirnya menyebabkan iritasi pada kulit kepala. Jika kulit kepala sering gatal, saatnya untuk mengevaluasi jadwal mencuci rambutmu.

3. Munculnya Ketombe

Kulit kepala yang mengelupas seringkali disertai dengan rasa gatal dan minyak berlebih. "Jika kamu tidak mencuci rambut secara teratur, sebum akan menumpuk di kulit kepala, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur," kata Dr. King.

Hal ini dapat memicu dermatitis seboroik, yang lebih dikenal sebagai ketombe. Jika ketombe terus muncul meski sudah rutin mencuci rambut, kamu mungkin perlu menggunakan sampo anti-ketombe yang lebih kuat untuk melawan jamur penyebab ketombe.

Baca Juga: 9 Kebiasaan Sederhana yang Akan Membuat Kamu Lebih Sehat dan Jarang Sakit!

4. Masalah Kulit Kepala Semakin Parah

Kurangnya mencuci rambut bisa memperburuk kondisi kulit kepala yang sudah ada. Sophia Emmanuel, seorang trichologist dan brand ambassador dari V&Co. Beauty, memperingatkan bahwa "Jika kamu memiliki dermatitis seboroik atau kulit kepala gatal, jarang mencuci rambut justru bisa memperburuk kondisi ini dan membuatnya lebih sulit untuk diobati."

5. Ada Penumpukan Produk

TerraRose Puncerelli, seorang stylist selebriti, mengatakan bahwa dia bisa tahu kapan kliennya tidak mencuci rambut dengan baik. Caranya? "Karena adanya penumpukan residu pada batang rambut dan kulit kepala.

Ketika produk rambut tidak dibilas dengan baik, mereka dapat meninggalkan sisa yang lengket dan tidak larut." Sisa-sisa produk ini bisa berasal dari sampo, kondisioner, krim penataan, minyak, gel, dan foam. Puncerelli menyarankan untuk melakukan dua kali pencucian—pertama untuk menghilangkan penumpukan dan kotoran, dan kedua untuk membersihkan rambut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X