Olah Raga Cardio Itu Penting Bagi Jantung. Berikut Alasan 7 Olah Raga Ini Bisa Disebut Oleh Raga Cardio

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 21 Mei 2025 | 10:25 WIB
Lari atau jalan di treadmill adalah salah satu olah raga cardio. (Freepik)
Lari atau jalan di treadmill adalah salah satu olah raga cardio. (Freepik)

Pejuangkatoran.comOlah raga cardio (singkatan dari cardiovascular exercise) adalah kegiatan fisik yang meningkatkan detak jantung dan pernafasan. Tujuan olah raga ini adalah meningkatkan daya tahan kardiovaskular dan membakar kalori.

Olah raga cardio bisa efektif akan melatih kerja jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah.

Banyak jenis olah raga cardio, mulai dari jalan cepat (brisk walk), lari, bersepeda, berenang, lompat ali, Zumba/aerobik, senam kardio di rumah, hingga naik turun tangga sekalipun.

Selain bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung, olah raga ini bisa menurunkan berat badan, menurunkan risiko penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi, meningkatkan mood dan energi, mengurangi stres dan rasa cemas, serta meningkatkan kualitas tidurmu.

Mayo Clinic dalam lamannya mayoclinic.org, menyarankan (bagi orag dalam kondisi sehat dan normal) untuk melakukan setidaknya 30 menit aktivitas kardio dengan intensitas sedang setiap hari, atau 150 menit aktivitas sedang atau 75 menit aktivitas berat per pekan.

Namun jika kamu ingin mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih banyak, Mayo Clinic menyarankan untuk melakukan 300 menit atau lebih aktivitas sedang per pekan.

Yang harus menjadi catatan adalah, tidak semua aktivitas langsung otomatis masuk kategori cardio.

Baca Juga: 5 Kategori Olah Raga Yang Tidak Aman Bagi Jantung yang Wajib Kamu Hindari!

Kuncinya adalah aktivitas tersebut harus cukup intensif untuk meningkatkan detak jantung dan membuat napas lebih cepat, dan dilakukan dalam durasi tertentu (biasanya minimal 10 menit nonstop).

Berikut ini gambarannya:

  1. Jalan Cepat (Brisk Walking)

Cardio jika:

  • Kecepatan jalan sekitar 5–6,5 km/jam;
  • Napas jadi lebih cepat, tapi masih bisa bicara (tes bicara);
  • Ada gerakan lengan aktif, bukan jalan santai.

Bukan cardio jika: cuma jalan-jalan pelan seperti di mall atau berhenti-berhenti.

  1. Lari (Jogging atau Running)

Cardio jika:

  • Lari konsisten minimal 10 menit, kecepatan moderat atau tinggi;
  • Detak jantung naik (biasanya >60% dari maksimal);
  • Napas berat dan hanya bisa bicara beberapa kata.

Contoh: jogging di taman, treadmill 20 menit, interval sprint-lari pelan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: mayoclinic.org, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X