- Dreams (Mimpi atau Harapan)
Membicarakan soal impian bisa membuat suasana jadi lebih dalam, tetapi tetap ringan. Ajukan pertanyaan simpel saja, misalnya:
- “Kalau kamu bebas memilih liburan, maunya ke mana?”
- “Ada hal baru yang lagi mau banget dicoba?”
- “Kedepannya pengen fokus di bidang apa?”
Topik mimpi sering membuat orang semangat bercerita tentang dirinya sehingga obrolan menjadi lebih mengalir.
Jangan jadi pewawancara, cerita juga tentang diri kamu
Satu hal penting yang harus disadari adalah jangan cuma bertanya terus seperti wartawan. Kamu juga harus cerita tentang diri kamu agar obrolan seimbang.
Baca Juga: Dikacangin Memang Bikin Gondok, Begini Cara Membuat Orang Mendengarkan Saat Kamu Bicara
Misalnya kalau orang lain cerita suka traveling, kamu bisa menyambungkan, “Oh iya, aku juga suka! Kemarin aku sempet ke Jogja, seru banget.”
Kalau bingung harus bicara seberapa banyak, coba ikuti aturan 43:57.
Jadi, idealnya kamu bicara sebanyak 43% dan mendengarkan 57%. Ini karena menurut penelitian, orang akan lebih nyaman jika merasa didengarkan.
Intinya, small talk itu bukan tentang bicara banyak, tetapi membuat lawan bicara merasa dihargai. Siapa tahu, dari obrolan ringan itu kamu dapat teman baru atau koneksi penting. ***
Artikel Terkait
7 Kelebihan Introvert yang Membuat Mereka Bisa Menjadi Pemimpin yang Efektif di Tempat Kerja
4 Tipe Introvert yang Jarang Dikenali, Mana yang Paling Menggambarkan Kepribadian Kamu?
Listening Skill Yang Baik Akan Membuat Sukses Pekerjaan Kamu. Berikut Tips Untuk Meningkatkan Kemampuan Itu!
Jika Berada dalam 6 Situasi Ini, Kamu Lebih Baik Diam daripada Terus Bicara. Kenapa?
Dulu Gemetar Saat Berbicara di Depan Umum, tapi Sekarang Tidak Lagi Setelah Melatih Public Speaking
Punya Soft Skill Komunikasi, Apakah Artinya Kamu Hanya Pintar Bicara? Ternyata Bukan Hanya Itu!