PejuangKantoran.com - Kesehatan yang utuh tidak hanya fokus pada bagian tubuh yang sakit atau kesehatan jasmani, tetapi juga mental yang kuat. Para penggiat kesehatan mulai menyoroti kesehatan jiwa yang sangat berkaitan erat dengan kesehatan jasmani, mental, dan spiritual.
Menurut Dr. Bill Hettler, salah satu pendiri National Wellness Institute, ada enam dimensi kesehatan atau kesejahteraan, yaitu dimensi intelektual, fisik, emosional, sosial, spiritual, dan pekerjaan, yang harus diperhatikan.
Semua dimensi tersebut saling berkaitan dalam membentuk kesehatan seseorang secara utuh. Menurutnya, kesehatan seseorang membutuhkan lebih dari sekadar diet seimbang atau rutinitas olahraga.
Baca Juga: Karyawan yang Selalu Nge-Mute Mikrofon sepanjang Meeting Online Bukan Berarti Nggak Nyimak
Apa itu kesehatan emosional?
Kesehatan emosional melibatkan kemampuan seseorang untuk memahami, mengelola, dan memproses berbagai emosi secara efektif. Memiliki kesehatan emosi yang baik membantu orang dalam mengatasi stres, mengambil keputusan, dan membangun hubungan.
Memiliki kesehatan mental yang baik juga berarti mampu mengidentifikasi emosi, mampu menghubungkan perasaannya dengan perilaku, serta merespons dengan baik saat dihadapkan pada situasi yang sulit.
Dilansir dari Health.com, kesehatan emosional yang baik akan membantu membangun kepercayaan diri dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, termasuk fisik.
Menjaga kesehatan emosional dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menurunkan risiko gejala terkait stres seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, perubahan nafsu makan, berat badan, dan kelelahan (fatigue). Selain itu, kesehatan emosional juga meningkatkan kualitas tidur dan berpotensi memperpanjang umur.
Bagaimana cara meningkatkan kualitas kesehatan emosional kita? Berikut adalah langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan emosional:
Baca Juga: Job Scams Semakin Marak dan Sulit Dideteksi, Ini Ciri-ciri yang Bikin Gen Z Mudah Jadi Korban
1. Butuh perhatian khusus dan latihan rutin
Dalam menghadapi masalah, orang cenderung langsung emosi. Dari sinilah asal mula istilah sumbu pendek. Untuk mengubah ledakan emosi yang seperti itu, penting untuk melakukan perubahan kecil dan secara konsisten melatih emosi untuk menanggapi permasalahan yang menantang. Dengan demikian, ketangguhan emosi bisa terasah dari waktu ke waktu.
2. Melatih kesadaran penuh (mindfulness)
Usahakan untuk tetap fokus pada setiap momen yang dijalani. Memperhatikan nafas, pikiran, dan perasaan sendiri tanpa menghakimi akan membantu orang mengelola emosi dengan lebih baik.
Artikel Terkait
Kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah Diperluas, Gaji hingga Rp12 Juta Kini Termasuk MBR
Aturan Baru di Piala Dunia FIFA 2026 Bisa Jadi Tim atau Pemain Jagoan Kalian Jadi Korbannya
Rekor Gol Piala Dunia FIFA 2026. Messi Memang GOAT Sejati!
Bagi yang Baru Saja Ikutan Jakim dan JogMar, Cek Kuku Kaki Kamu. Kena Runner's Toe Tidak?
Penasaran Sama Hyrox? Pengen Ikut dan Mencoba Hyrox Training? Ini Panduannya
Biar Nggak Bingung Ini Perbedaan Hyrox, CrossFit dan Maraton
Istilah Bib Number Ternyata Bukan Singkatan dan Bisa Jadi Pencegah Kecurangan di Lomba Lari Modern Saat Ini!