3. Menjaga keseimbangan elektrolit
Ginjal mengatur kadar Natrium (Na⁺), Kalium (K⁺), Kalsium (Ca²⁺), dan Fosfat (PO₄³⁻) Keseimbangan elektrolit penting untuk kerja saraf, otot, dan jantung.
4. Mengatur keseimbangan asam–basa (pH darah)
Ginjal membantu menjaga pH darah tetap normal (sekitar 7,35–7,45) dengan:
- Mengeluarkan ion hidrogen (H⁺);
- Mengatur kadar bikarbonat (HCO₃⁻).
5. Mengatur tekanan darah
Ginjal berperan dalam pengaturan tekanan darah melalui:
- Sistem Renin–Angiotensin–Aldosteron (RAAS);
- Pengaturan volume cairan tubuh.
6. Memproduksi hormon penting
Ginjal menghasilkan dan mengaktifkan beberapa hormon, antara lain:
- Eritropoietin (EPO) yang merangsang pembentukan sel darah merah;
- Renin bertuga mengatur tekanan darah;
- Kalsitriol (vitamin D aktif) membantu penyerapan kalsium untuk kesehatan tulang.
Baca Juga: 10 Obat Herbal Disita BPOM karena Berisiko Merusak Ginjal dan Jantung, Sebagian Obat Penambah Gairah
7. Menjaga kesehatan tulang
Melalui aktivasi vitamin D dan pengaturan kalsium–fosfat, ginjal berperan penting dalam kepadatan dan kekuatan tulang.
Dari paparan di atas jelas, bahwa ginjal bukan sekadar “pabrik” urin. Ginjal adalah organ pengatur utama keseimbangan carian, kimia darah, tekanan darah, produksi hormon, hingga kesehatan tulang dan darah.
Sangat penting untuk menyayangi dan menjaga kesehatan ginjal kita. ***
Artikel Terkait
Miris, Sebagian Besar Korban Perdagangan Ginjal Ilegal adalah Orang yang Terkena PHK
Aturan Tepat Minum Kopi agar Terhindar dari Diabetes dan Batu Ginjal
Waspadai 15 Gejala Gagal Ginjal Berikut Ini Yang Bisa Jadi Tidak Kamu Sadari
6 Tanda Tak Terduga Kamu Kurang Minum Air Atau Dehidrasi dan Cara Mengatasinya
Ini Ciri-ciri Kalau Kamu Kurang Minum Air, Jangan Tunggu Haus!
BPOM Temukan Kopi Ilegal Berbahaya yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal dan Masalah Jantung