PejuangKantoran.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali menindak peredaran produk pangan ilegal di tengah pengawasan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.
Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah kopi ilegal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya, yang berpotensi menimbulkan gagal ginjal, gangguan jantung, hingga kematian jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.
Dalam siaran pers terbaru, BPOM mengungkapkan bahwa produk kopi yang beredar di pasaran, dipromosikan dengan klaim meningkatkan stamina atau kejantanan, ternyata mengandung sildenafil sitrat, yakni zat aktif yang biasa digunakan sebagai obat untuk mengatasi disfungsi ereksi dan tidak diperuntukkan sebagai bahan pangan.
Zat ini seharusnya hanya dikonsumsi berdasarkan resep dan pengawasan dokter, karena dosisnya perlu diatur dengan cermat.
Kopi ilegal ini dipasarkan tanpa nomor izin edar BPOM dan tidak melalui uji keamanan yang wajib dilakukan sebelum produk dipasarkan. Karena itu, masyarakat tidak memiliki cara untuk memastikan batas aman penggunaan, sehingga risiko efek samping serius sangat tinggi.
Baca Juga: Ryan Coogler Ungkap Cerita Asli Black Panther 2 Sebelum Chadwick Boseman Wafat
BPOM menjelaskan bahwa konsumsi produk semacam ini bisa menyebabkan tekanan darah tidak stabil, gagal jantung, dan kerusakan ginjal akut, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah tidak terukur.
Temuan ini menjadi bagian dari operasi pengawasan produk ilegal yang nilai totalnya mencapai puluhan miliar rupiah. Produk pangan ilegal lain yang disita BPOM termasuk minuman, makanan siap saji, dan barang impor yang beredar tanpa izin resmi.
Mayoritas produk tersebut merupakan barang impor yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan dan distribusi di Indonesia.
Baca Juga: Sering Disimpan “Buat Siapa Tahu Perlu”? Ini Barang di Rumah yang Justru Lebih Baik Dibuang
Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta waspada terhadap produk yang menawarkan klaim berlebihan seperti peningkatan stamina atau kejantanan instan.
Produk yang tidak jelas asal usul dan komposisinya berisiko mengancam kesehatan jangka panjang, termasuk melalui kerusakan organ vital seperti ginjal dan jantung.
BPOM juga menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan, menarik produk berbahaya dari peredaran, dan memusnahkan barang yang tidak sesuai ketentuan. Masyarakat diimbau membeli produk pangan dan minuman dari sumber tepercaya dan selalu memeriksa label serta izin edar untuk menghindari risiko kesehatan serius.
Artikel Terkait
33 Jalan Ditutup Sementara Saat Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta, Ini Daftar Lengkapnya
6 Destinasi Wisata Ramah Anak yang Direkomendasikan Kemenpar untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026
UMK Kota Malang 2026 Naik ke Rp3,7 Juta, Serikat Pekerja Soroti Pengawasan Perusahaan
Sekarang Pengguna Bisa Mengubah Alamat Gmail yang Sudah Ada dengan Fitur Baru dari Google
Ini Keju Terbaik di Dunia 2025 Menurut World Cheese Awards
Era Surat Berakhir di Denmark: Layanan Pos Tradisional Dihentikan setelah 400 Tahun
Bos Telegram Pavel Durov Tawarkan Diri untuk Para Wanita yang Ingin Hamil Pakai Spermanya
Isi Surat Pengaduan Mahasiswi Manado yang Diduga Bunuh Diri akibat Dilecehkan oleh Dosennya
Laporan RAN 2025: Janji Perusahaan Global Soal Rantai Pasok Bebas Deforestasi Masih Jauh dari Kenyataan
Menyusul Kasus Mahasiswi Bunuh Diri, UNIMA Berhentikan Dosen DM sebagai Penegakan Disiplin Internal