Pejuangkantoran.com – Selama ini keika kita membahas performa lari, lebih sering membicarakan performa otot kaki. Ini tidak salah, karena performa otot kaki memang faktor dominan.
Performa otot kaki sering menjadi penentu utama bersama sistem kardiovaskular dan teknik lari terkait dengan propulsi (dorongan ke depan), efisiensi gerak, stabilitas dan kontrol biomekanik, dan ketahanan otot (penting untuk lari jarak jauh).
Namun faktor penentu perfoma tak hanya itu. Selain otot juga ada teknik pernapasan, hal yang sering terlewat dalam diskusi bagaimana menjaga dan meningkatkan performa lari.
Teknik pernapasan memang berpengaruh, meskipun bukan faktor utama tunggal dalam performa lari. Meskipun tak sebesar faktor seperti VO₂ max, jantung, dan otot, namun dampak teknik pernafasan signifikan dalam efisiensi dan daya tahan.
Teknik pernapasan dalam berlari adalah faktor kunci untuk efisiensi energi, daya tahan, dan pencegahan cepat lelah. Prinsipnya bukan sekadar “tarik–hembus”, tetapi bagaimana oksigen masuk optimal dan sinkron dengan ritme langkah.
Bagaimana praktik teknik pernapasan yang bisa mendukung performa lari? berikut penjelasannya:
Baca Juga: Teknik Five-Finger Breathing atau Pernapasan Lima Jari yang Bisa Bikin Kamu Lebih Rileks
- Gunakan Pernapasan Diafragma (Bukan Dada)
Ini teknik paling fundamental. Ciri pernapasan diafragma yang benar adalah:
- Perut mengembang saat tarik napas.
- Dada tidak terlalu terangkat.
- Napas terasa lebih dalam dan stabil.
Teknik pernapasan diafragma ini penting, karena menggunakan diafragma sehingga meningkatkan kapasitas oksigen. Dan ini bisa mengurangi kelelahan otot pernapasan. Selain itu, teknik ini lebih efisien dibanding napas pendek di dada
Cara latihan:
- Saat berdiri, taruh satu tangan di dada, satu di perut.
- Tarik napas. Jika teknik pernapsan difragma kamu benar, maka perut yang bergerak, bukan dada.
LAriBaca Juga: Latihan Lari di Treadmill vs Outdoor, Mana yang Lebih Unggul? Berikut Tinjauan dari Sejumlah Aspek!
Banyak orang salah kaprah dalam bernapas hanya menggunakan hidung, padahal kita bisa memadukan penggunaan hidung dan mulut.
Secara praktis, kita akan dominan menggunakan hidung untuk bernapas saat melakukan akrivitas dengan intensitas rendah (jalan cepat/jogging ringan).
Namun ketika intensitasnya sedang hingga tinggi, maka akan lebih efisien jika melakukan pernapasan menggunakan hidung dan mulut.
Artikel Terkait
Buat Lomba Lari 5K, Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini Agar Lombamu Sukses dan Aman
Bagi Pemula Yang Mau Menjadi Finisher 5K, Berikut Contoh Jadwal Latihan Program C25K Selama 8 Pekan
Panduan Asupan Nutrisi Pre-Run Berdasarkan Jarak Lari yang Wajib Kamu Ketahui
BIsakah Sepatu Lari untuk Jalan Kaki dan Sebaliknya? Cek Dulu Fakta-Fakta Berikut Ini!
Perusahaan di China Beri Cuti 10 Hari untuk Karyawan yang Lagi “Tidak Bahagia”
Sepatu Lari DIpakai Untuk Kerja Kantoran? Pahami Sejumlah Hal Ini Lebih Dulu Supaya Tidak Merugikan Performa Larimu!