Perusahaan di China Beri Cuti 10 Hari untuk Karyawan yang Lagi “Tidak Bahagia”

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 22 Februari 2026 | 21:05 WIB
Ilustrasi: Post holiday blues membuat kamu sering melamun, sedih, lesu, bahkan kesepian. (Freepik)
Ilustrasi: Post holiday blues membuat kamu sering melamun, sedih, lesu, bahkan kesepian. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Sebuah perusahaan ritel di China bernama Pangdonglai membuat gebrakan di dunia kerja dengan memperkenalkan kebijakan inovatif bernama “unhappy leave”, yaitu cuti khusus bagi karyawan yang sedang merasa tidak bahagia atau mengalami tekanan mental dan emosional.

Kebijakan ini diumumkan oleh pendiri dan ketua perusahaan, Yu Donglai, pada forum China Supermarket Week 2024 sebagai bagian dari upaya memperbaiki work-life balance dan kesehatan mental di tempat kerja.

Berbeda dengan cuti biasa, unhappy leave memberikan hak kepada karyawan untuk mengambil hingga 10 hari cuti ekstra tanpa harus memenuhi syarat medis atau meminta persetujuan dari manajemen langsung.

Baca Juga: Master Koo Taekwondo Buka Lowongan Pelatih Taekwondo yang Bersedia Bekerja Full Time

Artinya, seorang karyawan yang merasa stres, tertekan, atau hanya merasa “tidak bahagia”, dapat mengajukan cuti sebanyak 10 hari per tahun hanya berdasarkan kebutuhan emosional mereka. Kebijakan ini diumumkan tanpa syarat rumit seperti dokumen atau alasan formal, fokus utamanya adalah kesejahteraan mental, bukan sekadar fisik.

Inisiatif tersebut mendapatkan sorotan luas di media dan media sosial, dengan banyak yang menyambutnya sebagai langkah progresif.

Baca Juga: Rumah Mode Vetements Jual Kemeja dengan Bekas Setrika Gosong Seharga Rp18 Juta!

Kebijakan ini dinilai mencerminkan perubahan budaya kerja di China, yang selama ini dikenal dengan tekanan tinggi dan jam kerja panjang. Unhappy leave diharapkan bisa mendorong karyawan untuk lebih menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi, serta mencegah kelelahan atau burnout yang sering terjadi akibat tuntutan kerja yang berat.

Pendiri Pangdonglai, Yu Donglai, telah dikenal sebelumnya sebagai pemimpin yang peduli terhadap karyawan dan pelayanan pelanggan.

Perusahaan ini berdiri sejak 1995 dan kini memiliki jaringan ritel besar di provinsi Henan, China, serta dikenal dengan budaya perusahaan yang menekankan hubungan baik antara pekerja dan manajemen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X