Pejuangkantoran.com – Beberapa bulan menjelang ikut race jalan raya (entah 5K, 10K, half marathon-HM, atau full marathon-FM) jatuh pas musim hujan. Otomatis program latihan kamu bisa terkendala, apalagi ketika hujan badai.
Berhenti latihan jelas bukan pilihan. Pilihan yang lain adalah latihan indoor dengan treadmill.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bisakah treadmill menggantikan latihan outdoor? Jawabannya: harus dilihat dari aspek biomekanik, fisiologis, kontrol lingkungan, dan faktor psikologis.
Aspek Biomekanik
Ini adalah aspek yang berkaitan dengan gerak tubuh dan beban otot saat kamu berlari. Saat kamu berlari di jalan raya, tubuh kamu benar-benar akan mendorong ke depan. Otot harmstring dan gluteus bekerja lebih aktif untuk mendorong tubuh maju.
Sementara di treadmill, kamu berlari di sebuah belt yang bergerak ke belakang. Secara teknis, kaki kamu “ditarik” ke belakang oleh belt. Oleh karena itu aktivitas harmstring cenderung sedikit lebih rendah.
Jalan raya sudah pasti punya kontur yang bervariatif. Bahkan dalam beberapa race seperti Bali Marathon, dikenal dengan race course yang naik-turunnya (rolling) konsisten.
Baca Juga: Latihan Wall Sit Sangat Bermanfaat Bagi Pelari yang Peduli Dengan Lututnya
Kontur yang tidak rata jelas berpengaruh pada ritme lari. Ini yang tidak ditemui secara umum di treadmill yang cenderung datar dan konsisten.
Cara mengatasinya adalah dengan mengatur inklinasi (kemiringan) di treadmill. Beberapa treadmill bahkan bisa diatur menyerupai jalur rolling dengan beberapa kemiringan tanjakan dalam satu kali latihan.
Selain itu, jalan raya dengan permukaan aspal/beton jelas lebih keras yang menyebabkan gaya benturan terhadap kaki yang lebih tinggi. Beda dari treadmill yang memiliki sistem peredam sehingga lebih ramah untuk persendian kaki.
Aspek Fisiologis
Aspek fisiologis ((VO₂, energi, dan beban latihan) berkaitan dengan bagaimana tubuh secara internal bekerja dan merepsons kamu saat berlari.
Misal, semakin tinggi intensitas lari maka semakin besar kebutuhan oksigen. Secara fisiologis, ini menunjukkan kemampuan jantung memompa darah, paru menyerap oksigen, dan otot menggunakan oksigen untk menghasilkan ATP.
Artikel Terkait
Program Latihan Endurance Untuk Padel dengan 5 Macam Bentuk dan Tujuan Latihan
Energy Gel dan Power Bar adalah Bahan Bakar Saat Lari Marathon. Berikut Perbedaan Keduanya
6 Latihan Kaki atau Footwork Drills Penting Untuk Dilakukan Agar Meningkatkan Performa Padel Kamu!
10 Kesalahan Menangani Nyeri Otot DOMS Usai Latihan Olah Raga yang Wajib Kamu Hindari
Agar Lari Saat Hujan Tetap Aman, Lakukan 9 Hal yang Wajib Berikut Ini!
8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari