PejuangKantoran.com - Bagi sebagian orang, lari tanpa musik terasa seperti ada yang kurang. Baru beberapa menit keluar rumah, headphone sudah terpasang dan lagu pertama mulai diputar. Ada yang memilih musik dengan beat cepat agar langkah terasa lebih ringan, ada yang sengaja mencari lagu dengan tempo stabil untuk menjaga ritme, sementara sebagian lainnya hanya membutuhkan playlist favorit agar lari tidak terasa membosankan.
Baca Juga: Tak Perlu Premium, Spotify Gratis Kini Bisa Cari dan Putar Lagu Sesuai Keinginan
laBaca Juga: Lagi Hobi Lari atau Hyrox tapi Hasilnya Stagnan? Mungkin Masalahnya Ada pada Kualitas Tidur
Kebiasaan tersebut kini mendapatkan sentuhan teknologi baru. Spotify baru meluncurkan Running Mode, fitur yang dirancang untuk membuat pengalaman mendengarkan musik saat berlari menjadi lebih personal.
Spotify Running Mode memungkinkan pengguna mendapatkan musik yang disesuaikan dengan kebutuhan lari, termasuk berdasarkan tempo. Dengan pendekatan ini, musik tidak lagi sekadar menjadi latar belakang saat berolahraga, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman berlari yang lebih individual.
Kemunculan fitur tersebut sekaligus menarik kembali pertanyaan lama di kalangan pelari: benarkah playlist yang tepat bisa membantu membuat pace lebih konsisten? Jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.
Baca Juga: Spotify Bakal Hapus Login Pakai Username Akhir Tahun Ini, Lalu Bagaimana Cara Masuk ke Aplikasi?
Musik Bukan Pengatur Pace, tapi Bisa Menjadi Pengatur Ritme
Hal pertama yang perlu dibedakan adalah pace dan cadence. Pace merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu, biasanya dinyatakan dalam menit per kilometer. Sementara cadence adalah jumlah langkah kaki dalam satu menit. Keduanya memang saling berhubungan, tetapi bukan hal yang sama.
Musik lebih dekat hubungannya dengan cadence. Beat atau ketukan lagu dapat menjadi semacam external cue yang membantu seseorang mempertahankan ritme langkah.
Bayangkan seseorang berlari sambil mendengarkan lagu dengan beat yang relatif konstan. Tanpa disadari, langkah kaki bisa mengikuti pola ketukan tersebut. Ketika ritme langkah menjadi lebih stabil, gerakan lari pun berpotensi terasa lebih teratur.
Karena itu, musik tidak bisa dikatakan secara langsung membuat seseorang berlari pada pace tertentu. Namun, musik dapat membantu menciptakan ritme yang lebih konsisten, yang pada kondisi tertentu kemudian ikut membantu menjaga pace.
Kenapa Lagu Cepat Bisa Membuat Lari Terasa Lebih Ringan?
Ada alasan mengapa playlist olahraga biasanya dipenuhi lagu dengan beat yang energik. Musik dapat memengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan usaha ketika berolahraga. Lagu yang disukai dan memiliki karakter energik dapat membuat aktivitas terasa lebih menyenangkan sekaligus mengalihkan sebagian perhatian dari rasa lelah. Efek tersebut cukup penting dalam olahraga endurance seperti lari.
Artikel Terkait
5 Alasan Mengapa Lari Berdasarkan Durasi Lebih Baik daripada Fokus Pada Jarak
Mindful Running: Ternyata Lari Bisa Menjadi Sesi Meditasi Penurun Stres
Lagi On Fire Latihan Lari? Jangan Lakukan Setiap Hari, Sisipkan Sesi Recovery Karena Sangat Penting Bagi Performa Kamu!
Lagi Hobi Lari atau Hyrox tapi Hasilnya Stagnan? Mungkin Masalahnya Ada pada Kualitas Tidur