ChatGPT Disebut Bisa Membuat Perencanaan Menu Makan dan Daftar Belanja, Ini Pendapat Para Ahli

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 17 Mei 2023 | 18:08 WIB
Ilustrasi: Apakah ChatGPT bisa membuat perencanaan menu makan sesuai kebutuhan setiap orang? (Canva)
Ilustrasi: Apakah ChatGPT bisa membuat perencanaan menu makan sesuai kebutuhan setiap orang? (Canva)

Para ahli sepakat menyebut bahwa ChatGPT tidak ideal untuk merencanakan menu makan sehari-hari. Namun, aplikasi ini tetap bisa membantu diet secara keseluruhan.

“ChatGPT dapat menjadi alat yang sangat membantu untuk mengumpulkan ide makanan, membuat daftar belanjaan, dan menambahkan lebih banyak makanan padat nutrisi ke hidup kita,” kata Miranda Galati, MHSc, RD, pendiri Real Life Nutritionist.

ChatGPT juga berguna untuk memberikan pemahaman tentang diet tertentu. Misalnya, jika kamu mencari tahu seperti apa diet vegetarian rendah karbohidrat, atau bagaimana mencapai 2.000 kalori dengan diet keto, kamu bisa menggunakan rencana makan ChatGPT sebagai permulaan.

Alat ini bahkan bisa membuat daftar belanjaan berdasarkan resep yang diberikan, meski tidak bisa menentukan jumlah bahan. Saat diminta saran makanan yang bisa dimakan untuk nutrisi tertentu, aplikasi ini juga bisa melakukannya.

Kerugian menggunakan ChatGPT

Faktanya, menggunakan ChatGPT untuk perencanaan menu makan sehari-hari juga punya kelemahan lain.

“ChatGPT hebat dalam mengumpulkan informasi, tetapi tidak begitu hebat dalam memeriksa sumbernya. Karena ketika menarik informasi dari internet, kamu tidak tahu apakah informasi tersebut dari sumber yang kredibel atau meragukan,” jelas Miranda.

Selain itu, jangkauan informasi ChatGPT hanya sampai 2021, tidak secepat penelitian terbaru seputar makanan dan kesehatan, kata Lisa Andrews, MEd, RD, LD.

Terlebih lagi, teknologi ini tidak tahu dengan pasti kebiasaan makan kamu saat ini. Padahal ini yang menjadi faktor penting dalam pola makan kamu.

“Ini (ChatGPT) tidak bisa mengevaluasi apa yang sudah kamu makan. Rata-rata orang akan kesulitan memastikan apakah rencana makan itu benar-benar aman dan sehat untuk keadaan mereka. Ini risiko terbesar,” ujar Lisa.

Lalu, potensi kesalahan tidak hanya terletak pada bot itu sendiri. tetapi juga pada cara orang menggunakannya. Banyak orang yang mungkin meminta dibuatkan perencanaan menu makan yang tidak sesuai untuknya.

Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Fit dan Produktif di Era Pasca Pandemi ala Yoris Sebastian

Tetap harus berkonsultasi dengan ahli gizi

Meski AI sangat bermanfaat, tetapi teknologi tersebut tidak dapat menggantikan pengetahuan ahli nutrisi yang terlatih. Hal ini terutama berlaku ketika menyangkut kondisi medis seseorang.

Miranda menekankan pentingnya hubungan antarmanusia dalam menciptakan pola makan terbaik yang disesuaikan kondisi setiap orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Health

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X