Waspadai Penyakit Paru Akibat Pajanan Asap Rokok dan Polusi Udara pada Kalangan Usia Produktif

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Juni 2023 | 14:22 WIB
Ilustrasi: Sekitar 6,3 persen PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) dialami oleh orang atau pasien yang bukan perokok.  (Lung Cancer Center)
Ilustrasi: Sekitar 6,3 persen PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) dialami oleh orang atau pasien yang bukan perokok. (Lung Cancer Center)

"Sesak, berjalannya lebih lambat lagi sehingga saat melakukan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu," ujar dr. Triya, yang juga anggota PDPI.

Baca Juga: Enak dan Kenyang, Tetapi Ini Akibatnya Jika Keseringan Makan Mie Instan dengan Nasi Putih

Pada manusia sehat, usia 60 tahun seharusnya masih menjadi usia yang produktif jika tidak terkena PPOK.

"Namun, karena dia sudah sesak, dia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan optimal lagi. Dari situlah kemampuannya terganggu."

Kualitas hidup penyandang PPOK pada akhirnya menjadi sangat tergantung pada orang lain (menjadi disabilitas). Kalau yang sudah berat sangat bergantung pada pemakaian oksigen. Mereka menjadi beban orang lain, dan terbebani oleh biaya juga.

"Jika tidak ditangani dari awal, kalau menggunakan BPJS, itu pun jadi beban negara yang makin besar," jelasnya. (Syanne Susita)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X