Physiological Sigh, Saat Menghela Napas Saja Sudah Bisa Membantumu Meredakan Stres

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 21 Juni 2023 | 09:26 WIB
Ilustrasi: Physiological sigh sederhananya dilakukan dengan menarik  napas dalam-dalam untuk meredakan stres. (Freepik)
Ilustrasi: Physiological sigh sederhananya dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam untuk meredakan stres. (Freepik)

Bagi kamu yang mengalami gangguan kecemasan, perasaan itu bisa membuatmu lebih sulit menjalani kehidupan sehari-hari.

Melakukan physiological sigh memungkinkanmu untuk merasa lebih tenang tanpa harus melepaskan diri dari aktivitas yang memicu stres.

Hasil penelitian

David dan Andrew memimpin uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 111 sukarelawan.

Mereka membandingkan physiological sigh dengan dua jenis latihan teknik pernapasan lainnya. Yang satu berfokus pada inhalasi, dan satu lagi diminta untuk bernapas dalam waktu yang sama.

Selain itu, para peneliti juga memiliki peserta dalam kelompok terkontrol yang secara pasif mengamati napasnya selama lima menit saat melakukan meditasi mindfulness. Mereka diminta untuk menyadari napasnya, tetapi tanpa mencoba mengendalikannya.

Hasilnya, rata-rata peserta pernapasan terkontrol mengalami peningkatan positif setiap hari sebesar 1,91 poin pada skala Jadwal Pengaruh Positif dan Negatif. Sementara kelompok meditasi mindfulness mengalami peningkatan sebesar 1,22 poin.

Baca Juga: 6 Penyebab Memar Muncul Tiba-tiba di Permukaan Kulit, Kamu Pernah Mengalaminya?

Lalu, mereka yang melakukan physiological sigh menghasilkan peningkatan harian terbesar dalam perasaan positif. Hal ini membuat para peneliti berpikir bahwa cara bernapas ini dapat menekankan pernafasan lambat, yang terbukti paling efektif untuk meredakan stres.

Sementara itu, menurut studi dari Stanford yang diterbitkan di jurnal Cell Reports Medicine, kelompok orang yang melakukan pernapasan terkontrol memang dilaporkan mengalami lebih banyak perbaikan pada suasana hati, dengan peningkatan energi dan kegembiraan yang positif.

Jadi, meski disebut harus dilakukan penelitian lebih lanjut, tetapi tidak ada ruginya jika kamu mencoba melakukan physiological sigh ini saat merasa stres. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Edge

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X