Mikrobioma usus memainkan peran penting dalam kesehatan dan kesejahteraan. Ketidakseimbangan bakteri dalam usus telah dikaitkan dengan gastrointestinal (GI) dan gangguan metabolisme, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan diabetes.
Meskipun makanan pedas dapat menyebabkan pencernaan tidak nyaman pada beberapa orang, tetapi makanan ini sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan usus jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dapat meningkatkan kesehatan usus dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus sekaligus mengurangi kelimpahan bakteri penyebab penyakit.
Capsaicin dosis rendah juga dapat membantu menghilangkan kelebihan asam dari lambung, mempercepat penyembuhan tukak lambung.
Membantu menurunkan berat badan
Dalam satu studi observasi di 2021, 63% peserta melaporkan mengalami kepuasan makan yang lebih besar setelah makan dengan bumbu capsaicin.
Studi tersebut juga menemukan bahwa orang yang jarang mengonsumsi makanan pedas cenderung diklasifikasikan sebagai "tidak kurus".
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas dapat mendukung pengelolaan berat badan dengan meningkatkan pengeluaran energi dan pembakaran lemak, menekan nafsu makan, dan memperbaiki komposisi mikrobioma usus.
Namun, sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi makan pedas karena menurut tinjauan studi observasi di 2023, disebutkan orang yang makan makanan pedas dalam jumlah banyak lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Selain itu, para peneliti percaya makanan pedas juga meningkatkan keinginan untuk makanan manis dan kaya karbohidrat untuk menghilangkan sensasi terbakar.
Jadi, perhatikan dessert yang dimakan setelah makanan pedas.
Meningkatkan umur panjang
Manfaat makanan pedas yang paling menjanjikan adalah potensinya untuk meningkatkan umur panjang. Ini mungkin karena efek antioksidan dan anti-inflamasi capsaicin yang dikandungnya
Satu tinjauan pada 2021 mengamati empat studi observasi dengan total 564.748 peserta dewasa untuk memeriksa hubungan antara konsumsi makanan pedas (cabai, saus cabai, atau minyak cabai) dan kematian.
Para peneliti menemukan, dibandingkan dengan mereka yang tidak secara teratur mengkonsumsi makanan pedas, penikmat makanan pedas memiliki 12% penurunan risiko semua penyebab kematian.
Artikel Terkait
Detail Sejarah dalam Oppenheimer Disebut Akurat, Kecuali Saat Cillian Murphy bersama Staf Los Alamos Ini
Lowongan Kerja Country Public Health Manager di Johnson and Johnson
Diet Makan Semangka Selama 103 Hari, Apakah Ini Baik untuk Menurunkan Berat Badan?
Uang Nasabah Bank Mandiri Raib hingga Belasan Juta, Disebut Kena Modus Carding. Apa Itu?
Tebak Kenapa Masa Berlaku SIM di Indonesia Cuma 5 Tahun, Beda Jauh dengan Singapura!
Cara Mencegah Jadi Korban Carding, Jenis Penipuan Online lewat Kartu Kredit
Sekarang PPPK Juga Bisa Mendapat Kenaikan Gaji Berkala dan Istimewa dengan Sejumlah Syarat
Pssst... Ada Fitur Baru di WhatsApp: Pesan Video Instan, Versi Canggih dari Pesan Suara
Jangan Unggah Foto Boarding Pass Milikmu di Media Sosial, Risikonya Nggak Main-main!
Ubud Akan Segera Menjadi Destinasi Wisata Gastronomi Dunia, Ini Manfaatnya buat Wisatawan!