Namun hati-hati, karena para peneliti juga menemukan bahwa stevia dapat meningkatkan berat badan pada orang dengan obesitas.
3. Madu mentah
Menurut Sarah Olszewski, seorang ahli gizi terdaftar, senyawa tertentu dalam madu mentah dapat menawarkan efek antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker.
Baca Juga: Irwan Hidayat dan Inspirasi Lagu Barat untuk Budaya Minum Jamu Sehat
Sebuah tinjauan terhadap 18 penelitian menunjukkan bahwa madu mentah dapat mengurangi kadar gula darah puasa dan kolesterol total ketika dikonsumsi dalam pola diet sehat.
Studi lain pada lebih dari 18.000 orang dewasa mengaitkan peningkatan konsumsi madu dengan penurunan risiko pradiabetes.
Namun, para ahli mencatat bahwa mereka yang berisiko tinggi, seperti orang yang lebih tua, yang sedang sakit, yang sedang hamil dan menyusui, serta anak-anak di bawah usia 6 tahun, sebaiknya tidak mengonsumsi madu mentah.
4. Sirup maple
Sirup maple mengandung beberapa mineral seperti seng, mangan, kalium dan kalsium. Selain itu, terdapat sejumlah kecil kandungan asam amino. Sirup ini juga mengandung antioksidan, terutama jika kamu memilih jenis yang lebih gelap.
Namun, karena sirup maple masih mengandung gula yang tinggi, Amy merekomendasikan untuk membatasi asupan sekitar 1 sendok teh setiap kalinya agar tidak berlebihan.
Baca Juga: Kasus Pneumonia di China Sudah Masuk ke Jakarta, Lakukan Ini untuk Pencegahan!
Mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi berisiko mengalami konsekuensi kesehatan yang negatif, bahkan dapat berkontribusi pada kondisi kronis tertentu.
Selain itu, meskipun beberapa pengganti gula masih dianggap aman, tetapi tetap dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Jadi, gunakan bahan-bahan seperti madu, stevia, buah monk, atau sirup maple dalam jumlah yang tidak berlebihan agar tetap baik untuk kesehatan jangka panjang. (Elga Windasari)