Mau Mengurangi Konsumsi Gula? Ada 4 Pengganti Gula yang Direkomendasikan Para Ahli!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 8 Desember 2023 | 20:09 WIB
Ilustrasi: Salah satu pengganti gula yang disarankan adalah madu mentah, yang dapat menawarkan efek antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker. (Pexels)
Ilustrasi: Salah satu pengganti gula yang disarankan adalah madu mentah, yang dapat menawarkan efek antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker. (Pexels)

PejuangKantoran.com - Saat mengolah makanan atau minuman, hindari penggunaan gula tambahan yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas dan penyakit kronis.

Gula tambahan biasa ditemukan dalam makanan kemasan, seperti sirup dan madu, serta jus buah atau sayuran hijau dalam kemasan. Sementara gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, atau produk susu tidak dianggap sebagai gula tambahan.

Saat kamu mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi, tubuh berisiko mengalami peradangan kronis serta meningkatkan risiko menderita diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Baca Juga: Women From Rote Island: Tingginya Kasus Pelecehan Seksual di Balik Keindahan Alam Pulau Rote

Selain itu, asupan gula tambahan yang berlebihan juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dengan mematikan sistem pengontrol nafsu makan tubuh.

Jika kamu ingin mengurangi asupan gula, tetapi tetap ingin makan yang manis-manis,  sebenarnya ada empat bahan pengganti gula yang direkomendasikan para ahli.

1. Buah monk

Buah monk adalah pemanis rendah kalori yang berasal dari Siraitia grosvenorii. Biasa disebut juga dengan buah Swingle, buah biksu, atau Luo Han Guo.

Buah ini adalah pilihan yang baik karena berasal dari sumber nabati, bebas kalori, dan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kadar gula darah.

Butuh penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi manfaat kesehatan potensialnya, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah monk membantu mengurangi peradangan, melindungi kesehatan otak, dan kaya antioksidan.

2. Stevia

Amy Shapiro, seorang ahli diet, merekomendasikan stevia karena alami dan bersumber dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Bahan ini lebih rendah kalori daripada gula rafinasi (gula yang sudah diproses), bahkan mungkin menawarkan beberapa manfaat kesehatan.

Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK 2023 Sudah Diumumkan, Cek Link Pengumuman dan Tahap Seleksi Selanjutnya

Menurut sebuah tinjauan sistematis, stevia sebenarnya dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes tipe 2.

Dalam penelitian lain, disebutkan bahwa mengonsumsi suplemen stevia selama 24 minggu akan meningkatkan kontrol gula darah, resistensi insulin, serta kadar kolesterol dan trigliserida pada penderita diabetes tipe 2.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes Health

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X