Lantas, tak cuma itu, tennis elbow pun mengakibatkan lemahnya tangan tatkala tennis anthusiast melakukan gerakan berulang mengayunkan raket tenis.
Meskipun bernama tennis elbow, cedera ini juga terjadi pada penyuka olahraga lain misalnya badminton, bola voli, bola basket dan sebagainya.
Kedua adalah cedera sendi bahu.
Cedera sendi bahu ini juga rentan terjadi pada tennis anthusiast karena biasanya yang bersangkutan melakukan gerakan tangan berulang-ulang.
Penyokong gerakan tangan berulang-ulang adalah sendi bahu.
Istilah di dunia fisioterapi adalah tendinopathy rotator cuff shoulder.
Cedera ketiga adalah keseleo atau terkilir.
Cedera keseleo atau terkilir ini terjadi pada pergelangan tangan baik pergelangan tangan kanan maupun pergelangan tangan kiri.
Dalam dunia kedokteran olahraga atau fisioterapi olahraga keseleo atau terkilir punya nama karib wrist sprain untuk bagian pergelangan tangan.
Istilah cedera terkilir atau keseleo di pergelangan kaki adalah sprain ankle.
Selanjutnya, cedera keempat yang dialami tennis enthusiast, lanjut fisioterapis Asep Azis adalah meniscus knee tear.
Cedera meniscus knee tear pada tennis enthusiast maupun atlet tenis prestasi menimbulkan bengkak, rasa kaku, serta rasa sakit pada lutut.
Berikutnya, cedera kelima imbuh fisioterapis Asep Azis adalah cedera ligamen knee ACL tear.
ACL adalah kependekan dari Anterior Cruciate Ligamen.
Fungsi ACL atau Anterior Cruciate Ligamen adalah sebagai penjaga lutut agar supaya stabil.