Pejuangkantoran.com Pernahkah kamu mengalami hal ini: sudah berusaha diet mati-matian, tapi tetap saja berat badanmu tidak turun-turun juga? Lalu ada yang menyarankan kamu untuk olah raga saja supaya berat badan kamu turun.
Mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan, apakah diet atau berolah raga?
Well, tidak ada program yang secara ajaib menurunkan berat badanmu dalam sekali jentik. Baik dengan berolah raga atau diet makanan.
Menurut piedmont.org dalam lamannya, ada rumus utama dalam menurunkan berat badan secara efektif, yaitu membakar kalori lebih banyak daripada mengonsumsinya.
Masih dalam laman pidemont.org, Colleen Alrutz, manajer kesehatan dan kebugaran di Piedmont Newnan, menyebutkan bahwa diet sekitar 70% menjadi faktor penentu dalam turunnya berat badan.
Namun diet ini tak bisa berdiri sendiri. Hanya berdiet saja tidak menghasilkan penurunan berat badan yang berkelanjutan.
Pertanyaannya, apakah program diet ini dihentikan dan diganti saja dengan aktivitas fisik, misal berolah raga secara rutin?
Ternyata ini juga bukan jawaban yang benar. Sebab, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research meberikan temuan yang penting tentang hal ini.
Baca Juga: 6 Minuman Yang BIsa Membantu Menurunkan Berat Badan Kamu. Mudah Ditemukan Kok!
Rutin Olah raga Tapi Berat Badan Malah Naik?
Penelitian yang dilakukan oleh Arizona State University tersebut, seperti yang dikutip oleh healthhub.sg, itu memakai 81 orang responden wanita. Ke-81 orang ini punya kelebihan berat badan dan diminta untuk mengikuti program kebugaran.
Selama peneletian yang berlangsung tiga bulan tersebut, para wanita ini melakukan latihan dengan treadmill tiga kali sepekan. Di sisi lain, kebiasaan makan mereka sengaja tidak masuk dalam program.
Hasilnya, tiga bulan kemudian, 70% dari responden ini malah bertambah massa lemaknya, meskipun aktivitas fisik mereka meningkat (dibanding dengan sebelum penelitian).
Meskipun penelitian ini tidak dapat menyimpukjan dengan pasti penyebab kenaikan berat badan ke-70% responden, namun para peneliti yakin bahwa mereka mengalami kenaikan berat badan karena mengonsumsi lebih banyak makanan. Dan ini meningkatkan asupan kalori mereka.