PejuangKantoran.com - Saat ini, sudah mulai banyak tempat kerja modern yang mengharuskan karyawannya untuk menggunakan berbagai platform dan saluran digital untuk berkomunikasi satu sama lain.
Meski ini mungkin bisa mempermudah pekerjaan dan komunikasi, tetapi terus-menerus mendapatkan notifikasi, baik di ponsel atau laptop atau PC, ternyata bisa sangat mengganggu.
Ketika kamu terus-menerus menjalani multitasking antara bekerja dan memeriksa notifikasi, ini bisa membuat energi dan pikiran menjadi terkuras.
Baca Juga: Grogi atau Buru-buru? Ini Kesalahan Saat Presentasi Virtual yang Paling Sering Dilakukan
Akhirnya, kamu malah lebih sulit untuk kembali fokus ke pekerjaan yang membutuhkan pemikiran kritis agar bisa diselesaikan.
Nah, inilah yang menyebabkan ping fatigue.
Apa itu ping fatigue?
Ping fatigue adalah bentuk kelelahan mental akibat notifikasi terus-menerus dari alat yang berhubungan dengan pekerjaan seperti email, grup Whatsapp, Microsoft Teams, Trello, Google Calendar, dan banyak lagi.
Menurut Hannah Yardley, Chief People and Culture Officer di Achievers, sebuah platform SDM, ping fatigue bisa membuat seseorang mengalami kecemasan terus-menerus.
Kondisi ini terjadi ketika karyawan merasa harus selalu aktif dan bekerja tanpa istirahat. Apalagi kerja secara hybrid dan remote semakin memperburuk hal ini karena karyawan menjadi lebih tersebar dan seringkali melintasi zona waktu yang berbeda.
Baca Juga: Pencairan Dana Transaksi Penjualan Bisa 4 Kali Sehari di BRIMerchant, Arus Kas Tetap Stabil
Memang ada opsi untuk membisukan notifikasi. Namun, ini malah bisa menyebabkan lebih banyak stres karena setelah diaktifkan kembali, tugas yang harus dikerjakan malah semakin menumpuk.
Harus ada campur tangan dari pemberi kerja
Karena produktivitas adalah prioritas utama bagi pemberi kerja, maka mereka harus menetapkan kebijakan yang mendorong karyawan untuk tak perlu langsung memeriksa notifikasi.
Hal ini akan membantu mengurangi stres karyawan, yang justru bisa membuat produktivitas menurun.