PejuangKantoran.com - Processed food sering dianggap sebagai "musuh" dalam pola makan sehat. Tapi, benarkah semua makanan olahan itu buruk?
Seto Nurseto, finalis Masterchef Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Padjadjaran, menjelaskan bahwa makanan olahan tidak selalu salah. Justru, pengolahan makanan sudah menjadi bagian dari budaya manusia sejak dulu.
“Setiap masyarakat punya cara unik untuk mengolah makanan sesuai dengan pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki. Misalnya, fermentasi mandai di Banjarmasin, di mana kulit cempedak difermentasi agar lebih tahan lama. Atau, iwak makasam yang terbuat dari ikan air tawar yang diawetkan dengan cara fermentasi. Ini adalah cara mereka memperpanjang umur simpan makanan,” ujar Seto.
Baca Juga: Fix, Rabu 27 November 2024 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional. Jangan Lupa Nyoblos!
Seto juga menyoroti bagaimana makanan olahan tradisional sebenarnya mencerminkan kearifan lokal.
“Processed food tradisional seperti fermentasi adalah bentuk adaptasi budaya yang brilian. Tapi, makanan olahan modern juga bisa bermanfaat, asal kita bijak memanfaatkannya. Jangan langsung menganggap semuanya buruk,” katanya.
Senada dengan Seto, Khoirul Anwar, Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI), menambahkan bahwa pengolahan makanan memang bisa menurunkan kandungan gizi, tapi tidak selalu merusak sepenuhnya.
"Makanan fermentasi seperti mandai atau tempe memiliki kandungan gizi yang baik. Namun, jika makanan tersebut digoreng, tentu ada perubahan nutrisi. Jadi, cara pengolahan setelahnya juga sangat penting," jelasnya.
Baca Juga: Jaguar Punya Logo Baru dengan Warna Pink, Simbol Era Kendaraan Listrik
Khoirul menegaskan, makanan olahan tidak selalu buruk, selama kamu cerdas dalam memilih.
“Processed food sebenarnya penting untuk memperpanjang masa simpan makanan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memilih makanan olahan yang aman dan tetap bergizi. Jangan hanya melihat kemasan atau klaim, tapi juga cek labelnya.”
Processed food bukan musuh diet yang harus kamu hindari sepenuhnya. Dengan pemilihan yang cerdas dan konsumsi yang seimbang, makanan olahan justru bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.