Genetik
Obesitas itu bisa bersifat turunan. Apabila kamu memiliki orang tua atau beberapa saudara sedarah yang mengalami obesitas, kemungkinan kamu juga akan mengalami hal yang sama. Jika kedua orang tuamu yang obesitas, kemungkinan kamu untuk mengalami hal yang sama meningkat hingga 80%.
Genetik ini juga akan terjadi pada metabolisme, nafsu makan, keinginan untuk makan makanan tertentu, dan lokasi distribusi lemak dalam tubuhmu. Artinya, jika ada keluarga dengan riwayat kelebihan berat badan di sekitar bagian tengah tubuh, kemungkinan kamu juga akan mengalaminya hal yang sama.
Pola makan yang buruk
Secara umum mengonsumsi makanan yang buruk dapat menyebabkan kamu mengalami obesitas. Akan tetapi ada beberapa makanan yang secara khusus dapat memicu penambahan massa tubuh di perut.
Gula adalah salah satu makanan tersebut. Gula mendorong tubuhmu untuk menghasilkan respons peradangan. Saat ini terjadi, tubuh kamu memilih untuk menyimpan lemak di tubuh bagian tengah. Ini karena gula secara alami akan menempatkan lemak lebih dekat ke organ hati kamu agar saat tubuh membutuhkan energi, tubuh dapat dengan cepat mengubah gula tersebut menjadi energi.
Yang kedua adalah lemak trans. Lemak ini ditemukan dalam makanan yang digoreng, makanan olahan, dan makanan panggang komersial. Lemak trans juga dapat mendorong tubuh kamu meningkatkan penyimpanan lemak visceral.
Minum minuman beralkohol
Alkohol mengandung kalori yang cukup tinggi, dan kalori dalam alkohol tidak memberikan manfaat nutrisi yang berarti.
Jika kamu minum alkohol, artinya kamu mengonsumsi kalori tambahan dalam jumlah banyak, dan ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Sebuah studi tahun 1996 menemukan bahwa minum alkohol (dalam jumlah sedang pun) dimungkinakn juga akan meningkatkan masa lemak di sekitar bagian tengah tubuh. Termasuk lemak visceral di dalam tubuh.
Stres
Ketika stres, tubuhmu akan melepaskan hormon kortisol. Sebenarnya hormon kortisol ini berguna ketika kamu stres, karena membantu memicu respons tubuh untuk melawan stres itu.
Namun, ketika stres kronis, tubuhmu mungkin akan memproduksi kortisol berlabihan dalam waktu yang terlalu lama.