Ini menyebabkan kadar gula darah dan insulin meningkat dan bisa terjadi penumpukan lemak tubuh di bagian tengah.
Hormon
Selain kortisol, ketidakseimbangan hormon lain yang dapat mendorong penumpukan masa lemak bagian tengah tubuh termasuk resistensi insulin dan ketidakseimbangan leptin.
Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel di berbagai bagian tubuh kamu tidak bereaksi dengan baik terhadap insulin. Insulin diperlukan untuk mengatur kadar gula darah dan membantumu dalam mendapatkan energi.
Ketika mengalami resistensi insulin, tubuhmu akan terpicu untuk menyimpan lebih banyak lemak, terutama di perut.
Ketika hormon leptin kamu terlalu tinggi, maka tubuhmu akan kesulitan dalam mengenali apakah kamu sudah kenyang atau belum. Ini karena hormon ini berfungsi memberi sinyal saat kamu kenyang.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk di Kantor yang Ternyata Bikin Perut Buncit
Kehamilan
Ketika hami, sudah umum bahwa berat badanmu akan naik. Rahim, kulit, dan otot perut meregang untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh.
Setelah bayi kamu lahir, wajar saja jika tubuhmu terlihat masih seperti sedang hamil. Sebagian besar hal ini disebabkan oleh cairan yang tertahan. Selain itu, otot, kulit, dan rahim kamu masih berkontraksi serta kemungkinan juga ada lemak berlebih di bagian tengah tubuhmu.
Di sebagian perempuan, tubuh akan kembali seperti semula atau mendekati semula seperi sebelum hamil. Namun tak jarang yang tidak kembali seperti semula seperti sebelum hamil.
***