Pejuangkantoran.com - Hati-hati ketika ada rekan kerja di kantor yang merasa insecure dengan keberadaanmu, apalagi jika hal tersebut terkait dengan karier dan pencapaian.
Orang-orang yang merasa insecure bisa melakukan apapun agar dia merasa secure. Salah satunya adalah niat “menjatuhkan” rekan kerja yang membuatnya ia merasa insecure.
Perilaku menjatuhkan di tempat kerja adalah tindakan yang sengaja atau secara halus membuat orang lain terlihat buruk, merasa tidak percaya diri, atau terhambat dalam perkembangan kariernya.
Bedanya dengan bullying yang lebih terang-terangan, perilaku menjatuhkan sering terjadi secara diam-diam dan sulit dibuktikan.
Motifnya bisa beragam, selain karena dipicu oleh rasa insecure, perilaku ini juga bisa terjadi karena rasa iri, takut tersaingi, atau ingin terlihat paling unggul.
Misalnya, seseorang yang merasa terancam oleh pencapaian rekan kerja mungkin terus meremehkan kontribusi orang lain agar dirinya tetap tampak lebih baik.
Lingkungan kerja yang “toxic” sering menjadi pemicu seseorang atau beberapa pekerja melakukannya.
Baca Juga: Pria yang Insecure dengan Jabatannya Sering Flirting Di Kantor demi Kemajuan Kariernya
Dampak perilaku menjatuhkan
Karena sifatnya halus, kamu sering merasa ragu dengan perilaku rekan kerja tersebut. Mungkin kamu merasa bahwa mereka terlalu sensitif atau memang sedang diperlakukan tidak adil.
Karena perasaan seperti ini, akhirnya, banyak kasus semacam tidak pernah diangkat atau dibicarakan. Padahal, dampak dari perilaku menjatuhkan terhadap korban ini termasuk fatal, misal:
- Stres dan kecemasan;
- Menurunnya motivasi dan kepuasan kerja;
- Burnout atau kelelahan emosional.
Sementara dampaknya pada tempat kerja tidak kalah serius, yaitu:
- Tingginya turnover karyawan;
- Menurunnya kepercayaan antar anggota tim;
- Budaya kerja jadi saling curiga dan tidak suportif;
- Produktivitas dan kolaborasi melemah.
Perilaku menjatuhkan vs. kesalahpahaman