bugar

Gunakan Emphaty Taking Agar Punya Keputusan yang Lebih Manusiawi dan Kontekstual

Selasa, 2 Desember 2025 | 16:10 WIB
Perilaku emphaty taking akan mencegah konflik antrindividu karena memberikan empati terhadap orang lain. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Mungkin hal ini cukup sering kamu temui di kantor ketika ada chat penting yang tidak segera dibalas, kemudian muncul komentar macam-macam, misal “Nggak profesional banget sih, jawab chat penting aja lama,” atau “Paham nggak sih ini orang, ditanya di grup nggak dijawab-jawab. jangan-jangan dia nggak kompeten.”

Ya, suara-suara judgemental seperti ini hampir selalu ada di kehidupan kantor. Dan judgemental seperti ini bukan menyelesaikan masalah namun malah bisa berujung timbulnya konflik antarindividu.

Tentu saja ini bisa memengaruhi kerja tim dan pada akhirnya memengaruhi produktivitas kerja.

Berseberangan dengan judgmental, ada yang namanya emphaty taking. Empathy taking adalah kemampuan untuk mengambil sudut pandang emosional orang lain secara aktif, sehingga kita bisa memahami apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan alami, bukan hanya mengamati dari luar.

Istilah ini sering muncul dalam psikologi sosial dan komunikasi interpersonal. Empathy taking berbeda dengan sympathy (sekadar merasa kasihan) dan berbeda juga dengan mind reading (menebak-nebak pikiran orang tanpa dasar).

Baca Juga: 7 Kendala Umum dan 5 Kendala Khusus Dalam Komunikasi Interpersonal yang Sering Dijumpai dan Solusinya

Ciri-ciri Empathy Taking

Perilaku emphaty taking akan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ada usaha aktif, bukan spontan.
  2. Mengambil perspektif orang lain, bukan hanya memahami fakta situasional.
  3. Fokus pada perasaan dan pengalaman batin orang tersebut.
  4. Meningkatkan akurasi dalam memahami reaksi dan keputusan orang.

Manfaat Empathy Taking

Emphaty taking itu bisa membantu kita mengoreksi bias tersebut karena kita mencoba memahami alasan di balik perilaku orang lain. Dengan bergitu penilaian kita terhadap orang lain menjadi lebih akurat.

Emphaty taking muncul dari rasa ingin tahu bukan keinginan untuk menghakimi. Oleh karena itu, ketika perilaku emphaty taking kita lakukan, tentu saja akan berdampak dan bermanfaat, yaitu:

  • Memperbaiki komunikasi dan hubungan interpersonal.
  • Mengurangi konflik dan memperbesar peluang kolaborasi.
  • Memperkuat kemampuan memimpin, mengajar, dan membimbing.
  • Membantu pengambilan keputusan yang lebih manusiawi dan kontekstual.

Baca Juga: Jadilah Pendengar yang Baik dan Tak Judgemental Kalau Teman Kamu Curhat Soal Kesehatan Mentalnya!

Contoh kasus dalam dunia kerja:

Seorang rekan kerja mengirim email yang nada tulisannya tampak ketus atau terlalu singkat, sehingga kamu merasa ia tidak sopan.

Halaman:

Tags

Terkini