bugar

8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:20 WIB
Menjadi weekend runner tetap seru dan asyik dengan memperhatikan 8 hal yang bisa membuatmu tetap aman dan sehat dalam berlari. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Intensitas Lari: Santai/Ringan

Lakukan ini: 80–90% lari harus easy run, di mana kamu masih bisa berbicara kalimat lengkap saat berlari

Hindari: tempo run, interval keras, atau balapan dengan pelari lain.

  1. Jaga Lutut dengan Latihan Penguat Minimal

Tanpa penguatan, lutut menanggung beban langsung. Lakukan 2–3 latihan, 2x/minggu (10 menit)

  • Squat ringan (tanpa beban);
  • Glute bridge;
  • Step-up ke bangku;
  • Calf raise.

Fokus: glute, paha, betis sebagai penyangga utama lutut.

  1. Permukaan dan Sepatu

Utamakan berlari di track, paving halus, aspal rata dan hindari turunan tajam atau permukaan miring satu sisi.

Gunakan sepatu lari tipe cushion sedang (bukan terlalu tipis) dan hindari sepatu lama yang midsole-nya sudah mati dan tidak perlu sepatu racing.

Baca Juga: 3 Kebutuhan Yang Harus Kamu Pertimbangkan Saat Memilih Sepatu Lari. Jangan Asal Terlihat Keren!

  1. Aturan Progresi Khusus Weekend Runner

Gunakan progres lathan per 2 atau 3 pekan bukan per pekan. Misal, pekan pertama-kedua durasi 30 menit, pekan ketiga-keempat durasi 35 menit, dan seterusnya.

Turunkan durasi hingga 20-30% ketika muncul nyeri lutut. Jangan dipaksakan.

  1. Dengarkan Sinyal Peringatan Tubuh

Tetap lanjutkan lari ketika kaku ringan yang kamu alami saat lari, hilang dalam kurun 5–10 menit dan tidak bertambah sakit setelah lari. Namun, hentikan dan istirahat jika merasakan nyeri tajam, nyeri satu titik di lutut/tumit, dan rasa sakit bertahan lebih dari 48 jam

  1. Opsi Paling Aman: Tambah 1 Hari Non-Lari

Jika memungkinkan, tambahkan 1 hari non-lari di hari kerja. Kamu bisa jalan cepat 20–30 menit, sepeda statis, atau latihan strength ringan untuk mengurangi risiko cedera lebih besar.

***

Halaman:

Tags

Terkini