3 Kebutuhan Yang Harus Kamu Pertimbangkan Saat Memilih Sepatu Lari. Jangan Asal Terlihat Keren!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 19 Juni 2025 | 14:46 WIB
Memilih sepatu harus memperhatikan kebutuhan larimu, apakah untuk daily trainer, tenpo run, atau untuk race. (Google Gemini)
Memilih sepatu harus memperhatikan kebutuhan larimu, apakah untuk daily trainer, tenpo run, atau untuk race. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.comMemilih sepatu untuk lari itu tak hanya memikirkan apakah kamu lari di jalanan (road running) atau lari di jalur tanah (trail running). Selain jenis lari kamu berdasarkan jalurnya, ada hal yang juga penting bagi pemula dalam memilih sepatu lari.

Pertimbangan tersebuat adalah, apakah kamu akan gunakan sepatu itu untuk daily trainer, tempo run, atau race day. Umumnya, pemula akan memilih sepatu yang terihat keren tanpa memerhatikan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Sebelum kamu memilih sepatu lari, maka kenali dulu jenis latihan/larinya dan ciri sepatu yang dibutuhkan untuk masing-masing:

 

  1. Daily Trainer (Latihan Harian)

Tujuan: Menjaga kebugaran, meningkatkan daya tahan, atau menjalani program latihan jangka panjang.

  • Karakteristik larinya:
    • Intensitas rendah sampai sedang.
    • Kecepatan nyaman (conversational pace).
    • Tidak fokus pada kecepatan, tapi konsistensi dan volume.
  • Contoh sesi:
    • Lari 30–60 menit di pace
    • Cocok dilakukan 3–5 kali seminggu.
  • Ciri-ciri sepatu yang terlihat:
    • Drop standar 8–10 mm, bentuk sol relatif datar dan stabil. Drop adalah perbedaan tinggi antara bagian tumit dengan bagian depan (ujung jari kaki) sepatu.
    • Midsole (bantalan/penyangga kaki) lebih tebal dan padat, nggak terlalu tinggi.
    • Padding di lidah dan collar tebal — lebih empuk.
    • Outsole lebar dan tahan aus, cocok buat dipakai sering. Outsole adalah bagian bawah sepatu yang bersentuhan langsung dengan permukaan tanah.

Baca Juga: Panduan Memilih Sepatu Lari Berdasarkan Bentuk Lengkungan dan Bentuk Kaki 

  1. Tempo Run

Tujuan: Meningkatkan ambang laktat (lactate threshold) dan efisiensi tubuh dalam mempertahankan kecepatan sedang-tinggi.

  • Karakteristik larinya:
    • Intensitas sedang ke tinggi (sekitar 75–85% detak jantung maksimum).
    • Pace-nya lebih cepat dari lari harian, tapi masih bisa dipertahankan dalam waktu cukup lama (20–40 menit).
    • Harus terasa “nyaman-tidak-nyaman” dan cukup menantang, tapi tidak sampai sprint.
  • Contoh sesi:
    • 10 menit pemanasan, disambung dengan 20–30 menit tempo pace, dan diakhiri dengan 10 menit pendinginan.
  • Manfaat:
    • Melatih kecepatan stabil.
    • Meningkatkan ketahanan dan kemampuan berlomba.
  • Ciri-ciri sepatu yang terlihat:
    • Sol lebih tinggi dari daily, tapi bentuknya ramping dan agak menggembung.
    • Drop cenderung sedang (6–8 mm), toe-spring lebih melengkung. Toe-spring adalah bagian depan sepatu (ujung jari kaki) yang melengkung ke atas.
    • Midsole pakai foam ringan seperti ZoomX atau Cushlon.
    • Kadang udah ada plate (nyaris kaku saat ditekuk). Plate adalah lempengan tipis yang terbuat dari berbagai bahan, seperti serat karbon atau TPU, yang disematkan di dalam midsole (bagian tengah sol) sepatu. Fungsinya untuk meningkatkan performa lari den memberikan dorongan pada kaki sehingga efisiensi energi.

 Baca Juga: Komponen dan Terminologi Penting yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Membeli Sepatu Lari yang Tepat

  1. Race Day

Tujuan: Menampilkan performa maksimal dalam lomba (5K, 10K, Half Marathon, Marathon, dan sebagainya.).

  • Karakteristik larinya:
    • Intensitas tinggi hingga maksimal.
    • Pace-nya tergantung jenis lomba dan target individu.
    • Strategi penting: pacing, hidrasi, manajemen energi.
  • Fokus utama:
    Menyelesaikan lomba sesuai target waktu atau kemampuan terbaik.
  • Ciri-ciri sepatu yang terlihat:
    • Sol super tinggi, bentuk sol melengkung.
    • Drop rendah (4–6 mm), toe-spring agresif, lebih melengkung dari jenis lainnya.
    • Upper ultra-ringan, ventilasi maksimal dalam membuang panas kaki. Upper adalah bagian atas sepatu yang membungkus dan melindungi kaki. 
    • Outsole minim, dan midsole sering kelihatan punya “celah” atau split***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: ncrsport.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X